Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Akan Dimakamkan di Samping Fatmawati

Nasional, Politik294 Views

INFOKLATEN.COM – Kabar duka datang dari keluarga Presiden pertama RI, Soekarno. Putra bungsunya, Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan tertulis. Sebelum wafat, seniman dan politikus bernama lengkap Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra itu dikabarkan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai,” kata Hasto, seperti dikutip detikcom.

Dimakamkan di samping Fatmawati

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, yang sejak pagi mulai didatangi pelayat. Menurut Hasto, Guruh akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, bersebelahan dengan makam ibundanya, Fatmawati. Waktu pemakaman masih menunggu musyawarah keluarga.

Kakak Guruh, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dilaporkan detikcom langsung bertolak dari Sulawesi Selatan menuju rumah duka di Jakarta. PDI Perjuangan juga menginstruksikan jajarannya mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari sebagai tanda duka.

Baca juga:

Seniman di balik Guruh Gipsy

Guruh lahir di Istana Merdeka, Jakarta, pada 13 Januari 1953, sebagai anak bungsu Soekarno dan Fatmawati. Ia bersekolah di Perguruan Cikini, lalu sempat kuliah arkeologi di Universiteit van Amsterdam, Belanda.

Sebelum dikenal di politik, Guruh lebih dulu besar sebagai seniman. Bersama Chrisye, ia menggarap album Guruh Gipsy (1977), yang memadukan musik rok dengan gamelan Bali. Ia juga dikenal lewat ratusan karya koreografi dan pertunjukan panggung. Pada 1991, pemerintah Prancis menganugerahinya gelar Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres.

Tiga dekade di Senayan

Di bidang politik, Guruh menjadi anggota DPR RI sejak 1992 dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Setelah perpecahan partai pada 1996, ia bergabung dengan PDI Perjuangan dan kembali terpilih pada Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014, dan 2019 dari daerah pemilihan yang mencakup Blitar, Jawa Timur, tempat Bung Karno dimakamkan. Pada 1976, ia bersama saudara-saudaranya juga mendirikan Yayasan Bung Karno.

Selamat jalan, Mas Guruh.

Sumber: detikcom; Kompas.com; CNN Indonesia; Liputan6; kumparan; Wikipedia (biografi) (26/9/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *