Sinergi TNI-Polri dan Relawan Bersihkan Pohon Tumbang di Klaten Akibat Cuaca Ekstrem

Berita, Politik474 Views

Ringkasan Berita:

  • Pohon roboh karena hujan lebat dan angin kencang terjadi di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah pada Selasa, 4 November 2025.
  • Ratusan personel Polri, TNI, relawan, masyarakat, dan pihak desa bekerja sama membersihkan pohon yang tumbang.

 

KLATEN, infoklaten.com– Ratusan anggota TNI, Polri, dan relawan bekerja sama membersihkan pohon yang tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (4/11/2025).

Tindakan ini dilakukan guna mengembalikan akses jalan desa yang sempat terhalang oleh pohon yang roboh.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan pihak pemerintah desa setempat.

Mereka bersama-sama membersihkan batang dan cabang pohon yang menghalangi jalur, sebagai bentuk tanggapan cepat terhadap pengaruh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Klaten bagian selatan dalam beberapa hari terakhir.

Polri dan TNI Menunjukkan Perhatian terhadap Lingkungan Pasca Bencana

Kepala Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap lingkungan setelah bencana.

Kami dari Polsek Wedi bekerja sama dengan Koramil dan para relawan segera bertindak cepat untuk membantu warga membersihkan sisa pohon yang roboh.

“Tujuannya adalah agar akses jalan kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” kata Suwoto.

Ia menyampaikan, keterlibatan lintas sektoral antara lembaga dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi darurat.

Kolaborasi semacam ini diharapkan menjadi lebih kuat, khususnya di Kecamatan Wedi, dalam menghadapi risiko bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi

Kepala BPBD Klaten, Syahruna, mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi selama musim pancaroba yang berlangsung antara Oktober hingga Desember 2025.

“Sudah ada surat dari Pelaksana Tugas Sekda yang meminta Kepala OPD, Camat, dan Kepala Desa untuk mengambil langkah pencegahan. Mulai dari kerja bakti membersihkan sungai, saluran air, dan saluran irigasi, hingga memangkas pohon yang berpotensi roboh,” kata Syahruna.

Ia juga menyoroti kemungkinan terjadinya banjir sebagai ancaman utama selama musim hujan.

Oleh karena itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan penormalan di sebagian besar aliran Sungai Dengkeng, khususnya di daerah hulu yang rentan terhadap banjir.

“Insya Allah banjir bisa dihindari, namun kekuatan tanggul masih menjadi perhatian. Karena tanggul Sungai Dengkeng terdiri dari tanah dan pasir, jika ada kebocoran sedikit saja bisa pecah. Selain itu, Sungai Mlese juga perlu diwaspadai karena air dari Dengkeng dapat masuk ke Bengawan Solo,” tambahnya. (infoklaten.com/Dewi Rukmini)