Tanamkan Toleransi Sejak Dini, TK ABA Prambanan Ajak Siswa Outing Class ke Pusat Edukasi Kerukunan Klaten

Berita, Mom647 Views

infoklaten.comSensasi ceria mengisi kompleks Grha Bung Karno Klaten, Selasa 4 Nopember 2025, ketika puluhan anak dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kebondalem Lor Prambanan mengikuti kegiatan outing class dengan tema persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

96 anak dan 17 guru pendamping ikut serta dalam kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama, sebuah fasilitas yang dikelola oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, yang selama ini menjadi tempat utama untuk belajar nilai kerukunan antar agama.

Kelompok TK ABA dijamu langsung oleh Ketua FKUB Klaten KH Syamsuddin Asyrofibersama istri, serta jajaran FKUB lainnya, antara lain H. Moch. Isnaeni dan Hj. Istikomah, yang juga hadir mendampingi kegiatan.

Pada pidatinya, KH Syamsuddin mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif pihak sekolah yang telah memasukkan kunjungan edukatif ini sebagai bagian dari proses pengembangan karakter siswa.

Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam menanamkan nilai persatuan dan menghargai perbedaan sejak usia muda,” ujar KH Syamsuddin. “Anak-anak perlu memahami bahwa di Indonesia terdapat berbagai tempat ibadah, dan semuanya hidup berdampingan dengan damai.

Menurutnya, pemahaman tentang keragaman agama tidak perlu menunggu usia dewasa. Dengan metode sederhana seperti kunjungan edukatif, anak-anak bisa memperoleh pemahaman tentang arti toleransi secara menyenangkan.

 

Mempelajari Harmoni Melalui Pengalaman Langsung

 

Pada kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk memahami berbagai jenis tempat ibadah melalui gambar, replika, dan video pembelajaran yang menggambarkan suasana peribadatan di lokasi-lokasi tertentu.

Guru pendamping juga memberikan penjelasan singkat mengenai arti pentingnya saling menghargai dan menjaga keharmonisan dalam tengah perbedaan.

Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Perempuan Kabupaten Klaten, Hj. Istikomah, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Klaten, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dianggapnya sangat sesuai dengan tujuan pendidikan Aisyiyah.

“Kunjungan ini sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian pada anak usia dini. Dengan pengalaman langsung seperti ini, mereka belajar menghargai perbedaan,” ujar Istikomah.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah lain di Klaten agar juga memprioritaskan pendidikan karakter dan nilai kebangsaan melalui kegiatan di luar kelas.

 

Mendorong Sekolah Lain untuk Bergabung dalam Partisipasi

 

Selanjutnya, Hj. Istikomah berharap kegiatan serupa dapat ditingkatkan di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas yang menekankan aspek sosial dan spiritual memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan kepribadian anak.

“Kami dari PKUB Perempuan Klaten mendorong sekolah-sekolah untuk mengunjungi Pusat Edukasi Kerukunan. Di tempat ini, anak-anak dapat belajar tentang keindahan keragaman dan pentingnya hidup rukun dalam damai,” katanya.

Ia menekankan bahwa harmoni perlu ditanamkan sejak dini agar generasi berikutnya berkembang menjadi individu yang peduli, terbuka, dan menghargai perbedaan.

 

Membentuk Generasi Penerus yang Bersikap Toleran

 

Melalui kegiatan outing class ini, TK ABA Prambanan tidak hanya mengajarkan siswa mengenai toleransi, tetapi juga memperkuat fungsi sekolah sebagai agen pembentuk karakter bangsa.

Guru pendamping berharap anak-anak dapat membawa semangat kebersamaan yang mereka pelajari di Pusat Edukasi Kerukunan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

Dengan tindakan kecil namun berarti ini, TK ABA Prambanan dan FKUB Klaten kembali menunjukkan komitmen mereka dalam membentuk generasi muda yang pintar, berakhlak, serta menghargai nilai persatuan dalam keragaman..***