KLATEN — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tonggalan, Klaten Tengah, menguji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di dua kelas SMP Krista Gracia Klaten. Uji coba pola penyajian baru ini berlangsung selama dua pekan dan menjadi sorotan karena dinilai lebih fleksibel dibanding pola penyajian sebelumnya.
Dalam skema prasmanan, para siswa antre dengan tertib sambil membawa nampan, lalu mengambil sendiri porsi makanan sesuai selera dari meja prasmanan yang disiapkan petugas dapur. Makanan disajikan dalam kondisi hangat langsung dari dapur SPPG, sehingga cita rasanya dinilai lebih terjaga.
Selain memberi keleluasaan porsi bagi siswa, uji coba ini juga dimaksudkan untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan budaya antre di kalangan pelajar. Siswa diajak bertanggung jawab atas makanan yang mereka ambil, sekaligus membiasakan diri makan dengan tertib bersama teman-temannya.
Baca juga:
- Viral! Bangunan Mirip Masjid di Karanganom Klaten Kini Jadi Dapur MBG
- RDP Pansus 2 DPRD Klaten: 25 Nasabah Perkara No.19 PD BKK Kantongi Kepastian Hukum
Uji coba di Klaten ini sejalan dengan langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang mulai menguji cara baru penyajian MBG dengan sistem prasmanan secara nasional. Uji coba tersebut dilakukan di 60 dapur SPPG di berbagai daerah, dengan makanan dari dapur SPPG dibawa dalam kondisi hangat sebelum disajikan kepada siswa. Kepala BGN Sudaryono menyebut makanan yang disajikan dalam keadaan hangat terasa lebih enak, dan dalam skema ini para siswa juga dilibatkan untuk ikut melayani temannya. Uji coba nasional itu sendiri digelar untuk mengkaji pola penyajian yang paling efektif.
Sistem prasmanan dinilai berpotensi menekan sisa makanan karena siswa hanya mengambil sesuai kebutuhan dan selera masing-masing. Pola ini sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap makanan yang mereka ambil, serta melatih mereka menghargai makanan bergizi yang disediakan negara.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri terus berjalan di Kabupaten Klaten melalui sejumlah dapur SPPG. Sebelumnya, sebuah bangunan yang selama ini dikenal warga sebagai masjid di dekat Balai Desa Karanganom juga dialihfungsikan menjadi dapur operasional SPPG program MBG, yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebelumnya, penyajian MBG umumnya dilakukan dalam bentuk paket per porsi yang dibagikan langsung kepada siswa. Dengan pola prasmanan, siswa mendapat pengalaman berbeda: mereka belajar memilih menu, mengatur porsi sesuai kebutuhan, serta makan bersama dengan lebih santai dan tertib.
Sumber: Solopos (Taufiq Sidik Prakoso), arsip berita Klaten; one.news; suaramalang.com






