KLATEN – Musim kemarau panjang membuat ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah semakin terbatas. Sebagaimana dilaporkan Solopos, belasan ribu jiwa di Kabupaten Klaten terdampak krisis air bersih akibat kekeringan tahun ini. Di tengah kondisi tersebut, menghemat penggunaan air bersih di rumah menjadi langkah sederhana namun sangat berarti.
Air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan. Saat pasokan menipis, setiap tetes air yang dihemat akan sangat membantu, baik bagi keluarga sendiri maupun bagi tetangga yang membutuhkan. Berikut tujuh cara mudah menghemat air bersih di rumah yang bisa langsung dipraktikkan.
1. Mandi dengan ember atau gayung, bukan shower yang mengalir terus. Mandi menggunakan ember membuat kita lebih sadar akan jumlah air yang dipakai. Satu ember besar umumnya cukup untuk sekali mandi, jauh lebih hemat dibanding shower yang terus mengalir.
Baca juga:
- Umbul Brintik, Mata Air Terapi di Kebonarum Klaten yang Dirintis Jadi Wellness Tourism
- Rowo Jombor, Waduk Bersejarah dari Zaman Kolonial yang Kini Jadi Wisata Favorit di Klaten
2. Tampung air bekas cucian beras dan sayuran untuk menyiram tanaman. Air cucian beras justru baik untuk tanaman karena mengandung nutrisi. Daripada dibuang, tampung dalam ember lalu gunakan untuk menyiram kebun atau tanaman hias di halaman rumah.
3. Segera perbaiki keran dan pipa yang bocor. Keran yang menetes pelan sekalipun bisa membuang puluhan liter air dalam sehari. Periksa sambungan pipa di rumah dan segera perbaiki bila ada kebocoran, sekecil apa pun.
4. Cuci pakaian sekaligus dalam jumlah banyak. Hindari mencuci sedikit-sedikit setiap hari. Kumpulkan pakaian kotor lalu cuci sekaligus agar air yang digunakan lebih efisien, baik dengan mesin cuci maupun cara manual.
5. Siram tanaman di pagi atau sore hari. Menyiram tanaman saat matahari terik membuat air cepat menguap sebelum diserap tanah. Siram pada pagi atau sore hari agar air meresap maksimal dan tanaman tetap segar dengan air lebih sedikit.
6. Matikan keran saat menggosok gigi atau bersabun. Kebiasaan membiarkan keran mengalir saat menggosok gigi atau bersabun adalah pemborosan yang sering tidak disadari. Matikan keran, lalu nyalakan kembali hanya saat membilas.
7. Gunakan air secukupnya untuk keperluan dapur. Saat mencuci piring, gunakan baskom berisi air untuk membilas, bukan air mengalir terus-menerus. Cara ini bisa menghemat air dalam jumlah besar setiap harinya.
Selain menghemat, menjaga kebersihan sumber air di lingkungan sekitar juga penting. Jangan membuang sampah ke sungai atau saluran air agar kualitas air tanah tetap terjaga. Dengan kebiasaan hemat air yang dilakukan bersama-sama, krisis air bersih saat kemarau dapat dilalui dengan lebih ringan.


