Kentang Cepat Busuk? 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Klaten

Ekonomi70 Views

Kentang adalah salah satu bahan dapur yang hampir selalu ada di rumah warga Klaten. Harganya terjangkau, mudah diolah menjadi sayur, perkedel, atau lauk pendamping, dan bisa disimpan cukup lama. Sayangnya, banyak orang mendapati kentang yang dibeli justru cepat bertunas, lembek, atau membusuk sebelum sempat dimasak.

Padahal, penyebabnya sering kali bukan kualitas kentang, melainkan cara simpan yang keliru. Tempat terang, lembap, atau berdekatan dengan bawang membuat kentang cepat bertunas dan membusuk, begitu pula kentang yang dicuci sebelum disimpan.

Kabar baiknya, dengan beberapa langkah sederhana, kentang bisa bertahan berminggu-minggu bahkan hingga dua bulan dalam kondisi tetap baik. Berikut tujuh cara menyimpan kentang agar awet, yang mudah dipraktikkan di dapur rumah di Klaten.

Baca juga:

1. Simpan di Tempat Gelap dan Sejuk

Kentang paling awet di tempat gelap, sejuk, dan kering, sekitar 7 sampai 10 derajat Celsius. Cahaya membuat kulit kentang menghijau dan mempercepat tumbuhnya tunas. Gunakan lemari dapur tertutup atau sudut dapur yang tidak terkena sinar matahari langsung.

2. Jangan Dicuci Sebelum Disimpan

Biarkan tanah tipis yang menempel pada kulit kentang tetap ada sampai kentang hendak dimasak. Mencuci kentang sebelum disimpan justru menambah kelembapan dan membuka jalan bagi jamur. Cucilah kentang hanya sesaat sebelum diolah, lalu keringkan bila tidak langsung dimasak.

3. Gunakan Wadah yang Berventilasi

Simpan kentang dalam keranjang anyaman, karung goni, atau kantong kertas berlubang agar udara bersirkulasi. Hindari kantong plastik tertutup rapat karena udara lembap yang terperangkap membuat kentang cepat lembek dan berjamur.

4. Jauhkan dari Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pertunasan kentang, begitu pula sebaliknya. Karena itu, simpan kentang terpisah dari bawang, meski keduanya sama-sama bahan dapur. Jarak beberapa rak atau wadah yang berbeda sudah cukup membantu memperpanjang umur simpan keduanya.

5. Jangan Simpan Kentang Mentah di Kulkas

Suhu kulkas yang terlalu dingin mengubah pati kentang menjadi gula, sehingga kentang goreng atau rebus bisa berwarna gelap dan rasanya berubah. Kentang mentah sebaiknya tidak masuk kulkas.

6. Sortir Rutin dan Buang yang Rusak

Periksa stok kentang seminggu sekali. Kentang yang lembek, berair, atau berbau segera pisahkan agar tidak menulari yang lain. Kentang bertunas kecil masih bisa dipakai setelah tunasnya dibuang, tetapi yang sudah menghijau dan lembek sebaiknya tidak dikonsumsi.

7. Simpan Kentang Kupas dengan Cara yang Benar

Bila terlanjur mengupas kentang terlalu banyak, simpan dalam wadah berisi air bersih di dalam kulkas dan ganti airnya setiap hari. Cara ini membuat kentang kupas bertahan satu hingga dua hari tanpa menghitam. Untuk simpanan lebih lama, kentang bisa direbus setengah matang, didinginkan, lalu dibekukan dalam wadah tertutup.

Dengan tujuh langkah di atas, stok kentang di rumah tidak mudah terbuang sia-sia, belanja lebih hemat, dan rasa kentang tetap terjaga saat dimasak.

Sumber: panduan umum penyimpanan bahan pangan dan tips dapur rumah tangga.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *