KLATEN – Pertamina Patra Niaga menjelaskan duduk perkara ambulans yang disebut tidak bisa mengisi Pertalite di SPBU 44.574.38 Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Sabtu (19/9/2026). Menurut Pertamina, peristiwa itu merupakan kesalahpahaman komunikasi saat sistem transaksi di jalur Pertalite sedang bermasalah, bukan penolakan terhadap ambulans.
Kejadian ini sempat membuat belasan hingga puluhan ambulans mendatangi SPBU tersebut pada Sabtu sore untuk meminta penjelasan. Persoalan akhirnya diselesaikan lewat mediasi yang dipimpin Kapolsek Pedan.
Berawal dari Ambulans Pembawa Pasien Darurat
Ketua Sedulur Ambulans Klaten (SAK), Khusni Thamrin, menuturkan masalah bermula saat salah satu anggotanya membawa pasien dalam kondisi darurat dari RS Mitra Pedan menuju Solo. Karena khawatir bahan bakar tidak cukup sampai tujuan, pengemudi mampir ke SPBU Troketon.
“Dikhawatirkan pasiennya tidak sampai, kemudian masuk ke sini (SPBU). Diberikan alasan oleh pihak pelayanan Pertalite-nya habis,” kata Khusni, seperti dikutip dari TribunSolo.
Pengemudi lalu diminta melapor ke manajemen SPBU. Namun, karena harus segera membawa pasien, pengemudi memilih melanjutkan perjalanan.
“Manajemen mungkin responnya kurang cepat, sehingga karena tergesa-gesa terus jalan begitu saja,” ujar Khusni.
Sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan ambulans dengan sirene menyala berdatangan ke SPBU. Khusni menegaskan kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan, melainkan untuk mengonfirmasi kejadian tersebut. Polisi dan TNI sempat turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Baca juga:
- Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Wonosari Klaten Dimakamkan, Ahli Waris Terima Santunan Rp50 Juta
- Karhutla Klaten Hanguskan 7,7 Hektare Lahan di Empat Desa, Tak Ada Korban Jiwa
- Misteri hilangnya Fido Dida Pratama, pamit cari sparepart motor ke Klaten tapi tak pernah pulang
Penjelasan Pertamina soal Ambulans Tak Bisa Isi Pertalite di Klaten
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 12.08 WIB dan melibatkan ambulans bernomor polisi AD 1680 MQ.
Saat itu, layanan di jalur Pertalite mengalami kendala berupa error pada sistem scan maupun transaksi. Informasi mengenai kendala tersebut, termasuk pilihan pengisian BBM lain, juga belum tersampaikan secara optimal kepada pengemudi.
“Menanggapi informasi terkait kejadian di SPBU 44.574.38 Troketon, Klaten, kami menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman komunikasi pada saat proses pengisian BBM kendaraan ambulans,” kata Taufiq, dikutip dari TribunSolo.
Pertamina menegaskan tidak ada niat dari SPBU untuk menolak ambulans, termasuk kendaraan yang sedang menjalankan tugas darurat.
Petugas SPBU Diminta Tawarkan BBM Nonsubsidi
Sebagai langkah perbaikan, Pertamina mengingatkan petugas SPBU agar menawarkan BBM nonsubsidi apabila transaksi BBM subsidi mengalami kendala pada kendaraan darurat. Dengan begitu, ambulans dan kendaraan emergency lain tetap bisa mendapat bahan bakar meski ada masalah pada transaksi Pertalite.
Selesai Lewat Mediasi Polsek Pedan
Sebelum klarifikasi Pertamina keluar, persoalan ini sudah dimediasi oleh Kapolsek Pedan AKP Nyoto. Polisi mempertemukan perwakilan pengemudi ambulans dengan pihak SPBU di lokasi.
“Jadi untuk kejadian hari ini hanya miskomunikasi, antara rekan-rekan driver ambulans sama operator SPBU 44.574.38 Troketon,” kata Nyoto.
“Jadi kami langsung ke lapangan, memediasi antara kedua belah pihak dan selesai,” ujarnya.






