Infoklaten.com – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengimbau siswa untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta makanan dicicipi terlebih dahulu sebelum dimakan.
Imbauan itu disampaikan usai pimpin rapat evaluasi MBG di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (7/5/2026), menyusul adanya kasus keracunan yang terjadi.
Rapat berlangsung terbuka dan interaktif.
Sejumlah peserta terlihat aktif bertanya, bahkan ada yang berdiri menyampaikan masukan langsung kepada pimpinan rapat.
“Untuk Bapak Ibu orang tua siswa disampaikan ke anak-anak, kalau menerima program MBG dicicipi dulu apakah layak tidak,” ujar Hamenang.
Ia menekankan pentingnya langkah sederhana tersebut sebagai bentuk mitigasi awal.
Baca juga:
- BGN Klaten pastikan dapur MBG yang di-suspend tak dapat insentif, kasus keracunan jadi PR besar
- Syarat tegas BGN Klaten, tak mau keracunan menu MBG terulang lagi, SPPG wajib lakukan perbaikan
- Lima SPPG di Klaten yang disuspend bisa kembali beroperasi setelah memenuhi syarat perbaikan
“Dicicipi satu sendok kalau kira-kira memang sudah enak, tidak usah ditelan langsung dikembalikan,” lanjutnya.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut terhadap program MBG, namun tetap harus melakukan pengawasan bersama.
“Untuk warga masyarakat tentu jangan takut terhadap program MBG ini, tapi tetap kita bersama-sama harus mengawasi mengawal,” tegasnya.
Bupati berharap, kehati-hatian siswa dan orang tua dapat menjadi lapisan pengamanan tambahan untuk mencegah risiko keracunan.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah BGN Klaten Yoga Angga Pratama memastikan pengawasan terhadap pengelola program akan diperketat.
“Kami akan memperketat kembali penerapan SOP standar dalam pengelolaan MBG di tiap-tiap SPPG. Jadi nanti akan kami sidak,” ujarnya.
Saat ini, program MBG di Klaten telah menjangkau sekitar 237 ribu penerima manfaat melalui 125 SPPG yang beroperasi.






