Jasad Korban Ditemukan Tewas di Jurang Kalitalang Klaten

Berita, News Crime197 Views
banner 468x60

Ringkasan Berita:Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pria dengan inisial H (45), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, yang dilaporkan hilang setelah meninggalkan motornya di wilayah Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

 

banner 336x280

infoklaten.com, KLATEN –Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pria dengan inisial H (45), penduduk Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah meninggalkan motornya di area Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Jenazah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di dasar jurang yang berbentuk cekungan, yaitu di alur Kalitalang.

Jenazah korban terletak di dalam celah batu dengan posisi seperti sedang duduk.

“Korban ditemukan dalam posisi duduk di celah batu. Lokasinya berada di alur Kalitalang, sekitar 100 meter dari tempat sepeda motor ditemukan,” kata Wakil Komandan Operasi SAR Klaten, Arfan Khairun.

Menurut Arfan, lokasi penemuan jenazah sebenarnya tidak terlalu jauh dari jalur yang sering digunakan warga untuk mengumpulkan rumput maupun jalur pendakian yang biasa dikunjungi para wisatawan.

Namun, kondisi korban tidak terlihat dari atas karena lokasi korban berada cukup dalam.

“Karena bentuknya agak menonjol, sehingga tidak terlihat dari atas,” katanya.

Kehadiran korban baru diketahui setelah tim SAR menggunakan drone untuk penerbangan.

Pada pukul 10.45 WIB, tampilan dari kamera drone menunjukkan objek yang diduga merupakan korban, meskipun masih belum terlihat dengan jelas.

Kurang lebih pukul 11.05 WIB, benda tersebut diketahui merupakan jenazah korban.

Dugaan awal mengatakan bahwa korban terjatuh dari tebing.

Hal ini didukung oleh penemuan sepasang sandal di tengah tebing, sekitar 50 meter dari tempat jasad ditemukan.

Adik korban juga yakin bahwa sepatu itu milik korban.

Di sekitar tempat sandal ditemukan banyak pohon, semak, serta cabang yang patah.

“Mungkin korban terpeleset dari atas, lalu jatuh dan terseret arus air, mengingat pada Sabtu (1/11/2025) kemarin terjadi hujan deras,” ujar Arfan.

Ketika ditemukan, jasad korban dalam keadaan basah dan mengalami luka di bagian kepala.

Proses penyelamatan dilakukan dengan meletakkan jenazah di atas tandu, lalu dikencangkan dan ditarik menggunakan metode holding. Penyelamatan juga dilakukan secara bergantian bersama para relawan.

“Kami angkat dan tarik bersama-sama dengan rekan-rekan relawan,” ujar Arfan. (drm)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *