KLATEN – Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik karena kondisinya dinilai masih dalam rentang sedang (medium).
“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium,” kata Budi, seperti dikutip IDN Times.
Data Surveilans: Didominasi Influenza A
- Pada minggu ke-38 tahun 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, 148 di antaranya positif influenza, atau sekitar 56 persen.
- Virus yang dominan adalah influenza A (H1N1pdm09).
- Aktivitas influenza di puskesmas berada pada kategori sedang, sedangkan di rumah sakit masih kategori rendah.
- Deteksi H3N2 subclade K, yang kerap disebut “superflu”, justru lebih sedikit dibanding tahun lalu: 22 deteksi pada 2026, dibanding 166 deteksi pada 2025.
Kemenkes menyebut kenaikan kasus influenza pada periode September hingga akhir tahun merupakan pola musiman yang berulang setiap tahun di Indonesia.
Baca juga:
- Hari Rabies Sedunia: Jateng Bebas Rabies Sejak 1997, Pemprov Siapkan 10 Ribu Vaksin Gratis untuk Anjing dan Kucing
- Suhu Klaten Tembus 39 Derajat, Kenali Tanda Heat Stroke dan 5 Cara Mencegahnya dari Kemenkes
- Cuaca Klaten Selasa 29 September 2026: Cerah, Sore Berawan, Siang 35 Derajat; Merapi Masih Siaga
Jangan Minum Oseltamivir Sembarangan
Kemenkes juga mengingatkan agar obat antivirus oseltamivir tidak dikonsumsi secara massal atau sebagai pencegahan tanpa pemeriksaan tenaga medis. Obat ini diprioritaskan untuk kasus berat dan pasien dengan penyakit penyerta, antara lain untuk mencegah resistansi obat.
Langkah Pencegahan
- Rajin mencuci tangan dan terapkan etika batuk serta bersin.
- Gunakan masker saat sedang sakit atau berada di keramaian.
- Beri perhatian lebih pada kelompok rentan: bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh lemah.
- Segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat bila gejala memberat.
Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke Halo Kemenkes di nomor 1500-567.
Sumber: Kementerian Kesehatan; IDN Times.






