Masjid di Karanganom Klaten Beralih Fungsi Jadi Dapur MBG, Viral dan Bikin Warga Gerah

Politik100 Views

KLATEN — Bangunan yang selama ini dikenal warga sebagai masjid di dekat Balai Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, kini beralih fungsi menjadi dapur operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video kondisi bangunan yang sudah berubah fungsi itu cepat menyebar di media sosial dan membuat sebagian warga gerah.

Bangunan tersebut berada di kawasan pondok pesantren. Sebelumnya, para santri dan warga sekitar biasa menggunakannya untuk salat berjamaah. Sejak 2025, fungsi ibadah itu berhenti. Tempat yang dulu dipakai sujud kini dipakai mengolah nasi, lauk, dan menu harian program pemerintah.

Kepala Desa Karanganom, Abdul Aziz, menegaskan tanah dan bangunan itu bukan aset desa. Keduanya milik yayasan pengelola pondok pesantren. “Itu milik yayasan, jadi kita dari desa tidak punya kewenangan untuk memberikan persetujuan,” katanya, sebagaimana dikutip KoranKota.

Baca juga:

Sekretaris Desa Karanganom, Tri Mulyanto, menambahkan bahwa operasional SPPG di lokasi itu masih relatif baru. Peruntukan awal bangunan memang terkait kegiatan pendidikan agama di pondok pesantren, sedangkan warga sekitar hanya “ikut memakai” untuk salat. Pemerintah desa mengaku sudah memberi masukan agar bangunan tidak dialihfungsikan, namun imbauan itu tidak mengubah keputusan yayasan. Desa memilih menghormati hak pemilik.

Akibatnya, warga yang dulu salat di bangunan itu kini harus mencari tempat lain. “Sejak 2025 bangunan tersebut sudah tidak lagi digunakan warga untuk salat berjamaah karena dimanfaatkan sebagai kantor dan dapur SPPG,” ujar seorang warga.

Di sisi lain, muncul perdebatan soal status hukum bangunan. Di kalangan ulama dan pengamat fikih, muncul pertanyaan: apakah bangunan itu berstatus wakaf masjid yang fungsi utamanya tidak boleh dihilangkan, atau semata aset yayasan yang pernah dipakai untuk salat. Status hukumnya masih bergantung pada ikrar wakaf dan tujuan awal pendirian bangunan tersebut.

Publik mempersoalkan bukan hanya soal program MBG, tetapi juga status tempat ibadah yang tiba-tiba menjadi dapur umum. Kasus ini menambah daftar lokasi SPPG di Klaten yang menempati bangunan yang semula punya fungsi lain, seiring perluasan program MBG yang terus ditambah dapurnya.

Sementara itu, bagi sebagian warga Karanganom, yang tersisa adalah pertanyaan sederhana: jika kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi lewat dapur di bekas masjid itu, lalu ke mana para jamaah harus menunaikan kebutuhan spiritual mereka?

Sumber: KoranKota — https://www.korankota.com/v151/t502/92599/masjid-di-karanganom-klaten-kini-jadi-dapur-mbg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *