Museum Gula Gondang Winangoen Klaten, Wisata Edukasi di Bekas Pabrik Gula Sejak 1860: Koleksi, Wahana, dan Tiket

Wisata139 Views

KLATEN – Di tepi Jalan Yogya–Solo KM 55, Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, berdiri kompleks bekas pabrik gula era kolonial yang kini menjadi tempat wisata edukasi: Museum dan Agrowisata Gondang Winangoen. Lokasinya sekitar 6 kilometer dari pusat kota Klaten.

Pabrik Gula Sejak 1860

Pabrik Gula Gondang Winangoen didirikan pada 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Kompleks ini kini berada di bawah pengelolaan PTPN.

Museum Gula di kompleks ini dibuka pada 11 September 1982 atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah saat itu, Soepardjo Roestam. Peresmian formalnya dilakukan pada 22 Agustus 1986, bersamaan dengan Kongres ke-19 International Society of Sugar Cane Technologists. Museum ini disebut sebagai satu-satunya museum gula di Jawa Tengah.

Baca juga:

Apa Saja yang Bisa Dilihat?

  • Koleksi museum: replika alat pembuatan gula, diorama pabrik gula dan kebun tebu, foto-foto bersejarah, hingga mesin uap buatan Prancis tahun 1884.
  • Alat perkebunan: garpu, pisau, lencek, lempak, pacul, dan sabit yang dulu dipakai di kebun tebu.
  • Kereta wisata: lokomotif tebu dan kereta wisata untuk berkeliling kompleks pabrik.
  • Area agrowisata: taman bermain, kolam renang anak, seluncuran, jembatan gantung, flying fox, dinding panjat, gazebo, dan area outbound.

Tiket dan Jam Buka

Tiket masuk dilaporkan terjangkau, sekitar Rp3.000–Rp3.500 per orang menurut sejumlah sumber. detikJateng (Desember 2023) mencatat tarif wahana terpisah, antara lain kolam renang Rp5.000, kereta wisata diesel Rp5.000, dan kereta uap Rp8.000. Sumber lain menyebut museum buka setiap hari pukul 08.00–15.00 WIB, kecuali Sabtu mulai pukul 09.00 WIB.

Tarif dan jam operasional bisa berubah, terutama untuk kereta wisata yang jadwalnya tidak selalu tersedia. Sebaiknya pastikan informasi terbaru ke pengelola sebelum berkunjung.

Sumber: Wikipedia; detikJateng; Visit Jawa Tengah; Jejak Klaten (Pemkab Klaten).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *