KLATEN – Kemarau panjang membuat sejumlah desa di Klaten bergantung pada kiriman air bersih. Hingga pertengahan September 2026, BPBD Klaten telah menyalurkan lebih dari 4,6 juta liter air bersih ke lima kecamatan, dengan Kemalang sebagai penerima terbanyak. Di tengah kondisi ini, cara menggunakan dan menyimpan air di rumah menjadi penting.
Berikut tips menghemat dan menjaga air bersih saat kemarau, dirangkum dari panduan mitigasi kekeringan BPBD DIY dan Habitat for Humanity Indonesia.
1. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Saat persediaan terbatas, gunakan air bersih terlebih dulu untuk minum, memasak, kebersihan diri dan sanitasi keluarga. BPBD DIY juga menyarankan sumber air yang ada dipakai secara efektif dan efisien, dengan prioritas untuk air minum dan air bersih.
2. Simpan Air di Wadah Tertutup dan Bersih
- Simpan cadangan air di wadah yang bersih dan tertutup rapat, agar tidak terkontaminasi debu, serangga atau jentik nyamuk.
- Bersihkan bak penampungan, toren dan jeriken secara berkala.
- Untuk air minum, rebus hingga mendidih sebelum dikonsumsi, terutama bila sumber airnya dari tangki atau sumur.
3. Perbaiki Kebocoran
Kran atau pipa yang menetes kelihatan sepele, tetapi bisa membuang banyak air setiap hari. Periksa instalasi air di rumah secara rutin dan segera perbaiki bila bocor.
Baca juga:
- Kemarau, BPBD Klaten Salurkan 4,6 Juta Liter Air Bersih ke 5 Kecamatan
- Cuaca Klaten Jumat 2 Oktober 2026: Panas hingga 38 Derajat
- Kulit Kering dan Bersisik saat Kemarau? Ini 7 Cara Mencegahnya
4. Gunakan Ulang Air yang Masih Layak
Air bekas mencuci beras, sayur atau buah masih bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman. Dengan begitu, air bersih bisa dihemat untuk kebutuhan yang lebih penting.
5. Jangan Membakar Sampah
BPBD DIY mengingatkan bahwa kekeringan meningkatkan risiko kebakaran. Hindari membakar sampah di sekitar rumah dan lahan. Di Klaten, kebakaran lahan sudah terjadi di sejumlah kecamatan selama kemarau ini.
Bila Kesulitan Air Bersih
BPBD Klaten menyalurkan air bersih ke desa-desa terdampak, seperti Tegalmulyo, Sidorejo, Tlogowatu dan Kendalsari di Kemalang, serta desa di Wedi, Bayat, Jatinom dan Cawas. Warga yang kesulitan air bersih dapat menyampaikan kebutuhan melalui pemerintah desa setempat agar dapat dikoordinasikan dengan BPBD Klaten.
Untuk jangka panjang, BPBD DIY menganjurkan menampung air hujan saat musim hujan, menanam pohon, membuat embung, serta memperluas daerah resapan dengan tidak menutup seluruh halaman dengan semen atau keramik.
Sumber: BPBD DIY; Habitat for Humanity Indonesia; data BPBD Klaten via Tribunsolo (17/9/2026). Gambar: ilustrasi AI.












