Umbul Jolotundo Klaten: Mata Air Klasik di Karanganom, Tiket Mulai Rp5.000

Wisata307 Views

KLATEN – Bicara wisata umbul di Klaten tak melulu soal Umbul Ponggok. Di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, ada Umbul Jolotundo, mata air klasik yang dikenal jernih dan menyimpan kisah tradisi Jawa. Dengan tiket sekitar Rp5.000–Rp10.000, pengunjung bisa berenang atau sekadar berendam di kolam air alami.

Menurut portal wisata resmi Pemkab Klaten, APIK, nama Jolotundo berasal dari bahasa Jawa Kuno: jolo berarti air suci dan tundo berarti wadah.

Kolam Batu Bernuansa Kuno

Air Umbul Jolotundo bersumber dari mata air yang terus mengalir sehingga kejernihannya terjaga. Kolam utamanya dikelilingi struktur batu yang berkesan kuno, dengan kedalaman beragam antara 1 hingga 2 meter, dan dinaungi pepohonan rindang, seperti dijelaskan APIK.

Tribunsolo.com mencatat ada beberapa kolam dengan kedalaman berbeda, mulai dari kolam anak-anak, remaja, hingga dewasa. Pagi hari menjadi waktu paling ramai, terutama oleh pengunjung yang datang untuk terapi air.

Baca juga:

Lekat dengan Tradisi Jawa

Selain untuk rekreasi, Umbul Jolotundo lekat dengan tradisi masyarakat. APIK menyebut tempat ini kerap dipakai untuk upacara ruwatan, terutama pada bulan Suro, dan ramai didatangi peziarah pada malam 1 Suro. Air umbul ini juga dipercaya digunakan dalam ritual tedhak siten. Sebagian pengunjung datang karena kepercayaan turun-temurun bahwa air Jolotundo membuat awet muda, sebuah mitos yang hidup di tengah masyarakat.

Info Kunjungan

  • Lokasi: Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom (dekat Jatinom), di tepi jalur menuju Boyolali; sekitar 36 km dari pusat Kota Solo
  • Tiket masuk: sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang
  • Jam buka: setiap hari sejak pagi hari; waktu pagi paling ramai
  • Fasilitas: kamar ganti, kamar mandi dan toilet, warung makan, serta area parkir

Harga tiket dan jam operasional dapat berubah. Pengunjung disarankan memastikan informasi terbaru sebelum berangkat.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *