Sakralnya Tradisi Dawetan di Umbul Kroman Jatinom Klaten

Wisata75 Views

KLATEN, infoklaten.com — Warga Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, menggelar tradisi dawetan di kawasan Umbul Kroman pada Minggu (1/11/2026). Tradisi tahunan ini menjadi upaya warga melestarikan sumber air setempat sekaligus mengangkat potensi pariwisata lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab. Warga berjalan bersama dari perkampungan menuju Umbul Kroman yang berjarak sekitar 200 meter. Rombongan membawa uba rampe berisi hasil bumi hingga dawet, dengan para penari sebagai cucuk lampah di barisan depan.

Sesampainya di umbul, penari melintas melewati kolam alami. Seorang perempuan turun ke kolam sembari membawa wadah gerabah berisi dawet. Tokoh masyarakat kemudian menggelar doa, sementara dua penari tampil di tengah kolam sebagai simbolisasi sosok mitologi Kiai dan Nyai Mardani, yang dipercaya sebagai penjaga umbul dan konon akan marah bila sumber air itu diganggu pencemaran atau tangan-tangan jahil.

Baca juga:

Suasana Khidmat di Tepian Kolam

Suasana selama ritual berlangsung begitu khidmat. Warga yang memenuhi tepian kolam hanya bersuara lirih, tidak ingin mengganggu kesakralan acara. Hanya suara kidung dan gemericik air yang memecah keheningan pagi menjelang siang itu.

Setelah doa terucap, tokoh masyarakat menerima wadah berisi dawet yang dibawa perempuan dari kolam, lalu menuju tepian kolam tepat di kawasan gelembung-gelembung air yang terus keluar dari dalam tanah. Seusai acara sakral itu, warga menikmati dawet di tepian kolam. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon beringin di tepi kolam, lalu makan bersama.

Tradisi Sejak Nenek Moyang

Ketua RW 013 Dukuh Kroman, Mujiono, mengungkapkan tradisi dawetan sudah digelar sejak lama oleh warga setempat. Secara swadaya, warga rutin menggelar bersih-bersih kawasan Umbul Kroman dan di akhir kegiatan ada hidangan dawet.

“Setelah bersih-bersih umbul, kami bersama-sama biasa minum dawet di sini. Itu sudah berlangsung sejak nenek moyang. Baru dua tahun ini, kegiatan bersih-bersih umbul dikemas dengan budaya,” kata Mujiono. Ia berharap kemasan budaya itu membuat potensi wisata Mranggen semakin dikenal.

Pemerhati budaya Anshori memaknai kegiatan itu sebagai upaya menjaga kelestarian alam yang memberi manfaat bagi kehidupan dan ekonomi warga.

Syukur atas Limpahan Air

Kepala Desa Mranggen, Sutarman, mengungkapkan kegiatan itu menjadi wujud syukur atas limpahan air di Mranggen yang menjadi sumber kehidupan. Selain merawat sumber mata air, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengenalkan potensi wisata desa.

Selain dawetan di Umbul Kroman, ada tradisi nawu sendang yang rutin digelar di Umbul Gotan, sumber mata air lainnya di Mranggen. Sutarman menjelaskan masing-masing sumber air memiliki ciri khas sendiri: air Umbul Gotan sejak lama diyakini membantu mempercepat penyembuhan luka terbuka, sedangkan Umbul Kroman dikenal sebagai salah satu lokasi terapi kesehatan, antara lain untuk terapi stroke.

Camat Jatinom, Agus Sunyata, mengapresiasi upaya warga melestarikan sumber air dan seni budaya lokal, serta berharap kegiatan itu terus merukunkan warga dan mengangkat potensi wisata lokal.

Umbul Kroman sendiri dikenal sebagai salah satu hidden gem di Klaten. Airnya sangat jernih hingga dasar kolam terlihat jelas, dengan kedalaman sekitar 75 hingga 100 sentimeter, dan dikelola berbasis ekowisata sehingga keaslian alamnya tetap terjaga.

Sumber: Solopos/Espos.id, Minggu 1 November 2026.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *