KLATEN, infoklaten.com — Sebanyak 27 pengelola wisata dari tiga desa di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Klaten, mengikuti latihan gabungan (latgab) gunung hutan di kawasan Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Pelatihan yang digelar SAR Kabupaten Klaten ini bertujuan membekali pengelola wisata dengan kemampuan pencarian hingga evakuasi korban di kawasan gunung dan hutan.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi di Basecamp Sapuangin. Setelah menerima teori, peserta langsung mempraktikkan materi yang diberikan di kawasan hutan lereng Merapi.
Ketua panitia, Vicko Narendra, mengatakan materi kelas meliputi manajemen perjalanan, Explorer Search and Rescue (ESAR), navigasi darat, hingga pertolongan pertama. Setelah itu, peserta dan pendamping bergerak ke kawasan hutan untuk mengikuti kegiatan flying camp.
Baca juga:
- Hujan 5 Hari, Warga Tegalmulyo Klaten Masih Andalkan Air Bantuan
- Klaten Terbitkan SE Antisipasi Bencana Jelang Musim Hujan
- Waspada Hujan Petir di Klaten Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026
Pada hari kedua, peserta menjalani praktik navigasi darat. Hari ketiga diisi praktik ESAR, mulai dari pola operasi, praktik navigasi darat, hingga pertolongan kepada korban. Setelah itu peserta dan pendamping lapangan turun dari hutan dan mengikuti evaluasi.
Sebanyak 27 peserta tersebut merupakan pengelola wisata dari tiga desa, yakni pengelola wisata Sapuangin di Desa Tegalmulyo, Deles Indah di Desa Sidorejo, dan Kalitalang di Desa Balerante.
Vicko berharap pelatihan ini melahirkan pengelola wisata yang mampu melakukan pencarian dan memberikan pertolongan pertama kepada korban sesuai prosedur. Mereka diharapkan menjadi tim awal yang dapat melakukan pencarian dan pertolongan ketika terjadi situasi darurat.
Latihan gabungan ini digelar berdasarkan pengalaman pencarian tiga pendaki ilegal yang tersesat di lereng Merapi pada Desember 2025. Dalam kejadian itu, satu orang berhasil turun, sedangkan dua lainnya dilaporkan tersesat. Proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan dengan posko di Sapuangin. Dari dua pendaki yang tersesat, satu orang ditemukan dalam kondisi selamat dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.
Komandan SAR terpilih periode 2026-2029, Pinandita Bima Mahendra, menjelaskan tiga wilayah di lereng Merapi Klaten belakangan dikenal sebagai destinasi wisata dengan keunikan masing-masing. Salah satu aktivitas yang banyak diminati wisatawan adalah tracking.
Menurut dia, aktivitas wisata luar ruangan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi membutuhkan dukungan pengelola dengan kemampuan pencarian dan pertolongan. “Oleh karena itu, kami bekali kemampuan navigasi, pencarian pertama. Bagaimana pola pencarian, bagaimana mengatur logistik mereka selama beberapa hari pencarian hingga proses pertolongan. Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami berharap mereka bisa secara mandiri dulu melakukan pencarian,” ungkap Pinan.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sapuangin, Deles Indah, dan Kalitalang, kehadiran pengelola yang terlatih SAR menjadi jaminan keamanan tambahan. Wisatawan tetap diimbau mematuhi jalur resmi, mengikuti arahan pemandu, dan tidak mendaki di luar jalur yang ditentukan.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps
Sumber: Solopos/Espos.id, Jumat 30 Oktober 2026.






