KLATEN – Di tengah malam yang dingin, segelas minuman hangat sering menjadi pilihan paling menenangkan. Di Klaten, salah satu minuman penghangat badan yang tak lekang oleh waktu adalah wedang ronde: kuah jahe harum dengan bola-bola ketan kenyal berisi kacang tanah, disajikan panas mengepul dengan aroma rempah yang menggoda.
Wedang ronde bukan sekadar minuman biasa. Hidangan tradisional ini terdiri dari tiga elemen utama: kuah jahe, bola ketan, dan isian pelengkap. Kuah jahe dibuat dari rebusan jahe segar, gula merah, dan daun pandan, kadang ditambah sedikit serai untuk memperdalam aroma. Bola ketan dibuat dari adonan tepung ketan yang kenyal, di dalamnya diisi pasta kacang tanah sangrai yang manis gurih.
Sebagai pelengkap, penjual biasanya menambahkan kolang-kaling, taburan kacang tanah sangrai, potongan roti tawar, atau sagu mutiara sesuai selera pembeli. Perpaduan rasa pedas hangat dari jahe, manis gula merah, dan gurihnya kacang membuat semangkuk wedang ronde terasa lengkap di lidah.
Baca juga:
- Es Gempol Pleret, Minuman Tradisional Segar yang Masih Diburu di Klaten
- Soto Bebek Klaten, Kuliner Langka Berkuah Bening dengan Daging Bebek Bacem Empuk
Menariknya, wedang ronde merupakan hasil akulturasi budaya. Kata “wedang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti minuman hangat, sedangkan “ronde” dipercaya berasal dari bahasa Belanda “ronde” yang artinya bulat — merujuk pada bentuk bola ketannya. Sebagian sumber juga menyebut minuman ini sebagai adaptasi dari tangyuan, bola-bola ketan khas Tiongkok yang disajikan saat Festival Dongzhi, yang kemudian dimodifikasi dengan tambahan jahe dan gula jawa agar cocok dengan lidah Nusantara.
Di Klaten, wedang ronde mudah ditemui. Gerobak dan warung wedang ronde bertebaran di sudut-sudut kota, terutama ramai dikunjungi pada malam hari atau saat musim hujan tiba. Harganya pun ramah di kantong, umumnya hanya belasan ribu rupiah per mangkuk, menjadikannya jajanan malam favorit berbagai kalangan.
Bagi pelaku UMKM kuliner, wedang ronde bisa menjadi peluang usaha yang menarik. Modal bahannya relatif murah — jahe, gula merah, tepung ketan, dan kacang tanah mudah didapat di pasar tradisional — sementara peminatnya stabil sepanjang tahun. Kuncinya ada pada racikan kuah jahe yang pas: tidak terlalu pedas menyengat, namun cukup hangat dan harum.
Jadi, ketika udara malam Klaten terasa dingin, tak ada salahnya mampir ke warung wedang ronde terdekat. Hangatnya kuah jahe dan kenyalnya bola ketan isi kacang dijamin membuat badan kembali segar.
Sumber: Wikipedia (Wedang ronde), Halodoc, Tradisikuliner.com.
Info Belanja — Klatenshop Kosmetik
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






