KLATEN — Di tengah gempuran minuman kekinian, es gempol pleret tetap punya tempat di hati warga Klaten. Minuman tradisional berbahan tepung beras ini masih mudah ditemukan di pasar tradisional dan lapak kaki lima. Perpaduan rasa manis, gurih, dan kenyalnya selalu bikin kangen, apalagi disantap dingin di siang yang terik.
Es gempol pleret terdiri dari tiga komponen utama: gempol, pleret, dan kuah santan. Gempol adalah bola-bola putih kenyal sebesar bakso yang dibuat dari tepung beras yang dikukus. Pleret adalah adonan tipis berwarna-warni, umumnya merah muda dan hijau, yang dibentuk dengan cara dipleret — dipipihkan dengan jempol lalu digulung — kemudian dikukus hingga matang. Keduanya disiram kuah santan manis dan diberi es batu.
Minuman ini populer di wilayah Solo Raya, termasuk Klaten dan sekitarnya. Tak sedikit warga yang menjadikannya pelepas dahaga sekaligus camilan sore. Bagi generasi yang lebih tua, es gempol pleret menyimpan nostalgia jajanan pasar yang dulu dijajakan berkeliling kampung.
Baca juga:
- Dawet Bayat, Es Tradisional Legendaris Klaten yang Manisnya Bikin Kangen
- Soto Bebek Klaten, Kuliner Langka Berkuah Bening dengan Daging Bebek Bacem Empuk
- Getuk, Jajanan Legit dari Singkong yang Masih Eksis di Pasar Tradisional Klaten
Kabar baiknya, es gempol pleret cukup mudah dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang sederhana. Berikut resep rumahan yang dirangkum dari berbagai sumber resep tradisional.
Bahan gempol: 150 gram tepung beras, 50 ml air, dan sejumput garam.
Bahan pleret: 150 gram tepung beras, 10 gram tapioka, 160–200 ml air, dan pewarna makanan secukupnya.
Bahan kuah santan: 250 ml santan, 2 lembar daun pandan, garam secukupnya, dan gula pasir sesuai selera.
Cara membuat: Kukus tepung beras selama sekitar 20 menit, lalu beri air sedikit demi sedikit hingga bisa dikepal. Bentuk bulatan-bulatan kecil seperti bakso, kemudian kukus kembali hingga matang — inilah gempol. Untuk pleret, campur tepung beras, tapioka, dan air, lalu masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Beri pewarna makanan, ambil sedikit adonan, pipihkan dengan jempol (dipleret), lalu gulung dan kukus kurang lebih 5 menit.
Selanjutnya rebus santan bersama gula pasir, daun pandan, dan garam dengan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Tata gempol dan pleret di dalam mangkuk, tuang kuah santan, tambahkan es batu, dan sajikan selagi dingin.
Untuk hasil terbaik, santap pleret selagi masih segar karena teksturnya paling kenyal saat baru matang. Gempol dan pleret juga bisa disimpan di kulkas dan disajikan keesokan harinya.
Bagi warga Klaten yang tidak sempat membuat sendiri, es gempol pleret masih dijajakan pedagang kaki lima dan pasar tradisional dengan harga yang ramah di kantong. Selain menyegarkan, menikmati minuman ini ikut menjaga warisan kuliner Jawa agar tetap hidup di tengah zaman.
Sumber: karasantan.id, topwisata.info, diahdidi.com
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






