Sendratari Manusuk Sima I Upit Tuai Pujian DPRD, Kisah Desa Tertua Indonesia Diangkat

Budaya, Event257 Views

infoklaten.com – Pementasan Sendratari Manusuk Sima I Upit yang digelar di Desa Kahuman pada Minggu (2/8/2026) tidak hanya memukau penonton dengan suguhan seni dan sejarah Klaten. Pagelaran yang melibatkan 50 pemain ini juga mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Kabupaten Klaten.

Anggota Komisi IV DPRD Klaten, Danar Setyo Wibowo, menilai bahwa kesenian tradisi seperti ini sangat penting untuk terus dilestarikan, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan seni yang mengangkat kearifan lokal menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga budaya daerah tetap hidup.

“Kesenian tradisi saya kira kegiatan yang sangat baik sekali, terutama bagi generasi muda untuk nguri-nguri kebudayaan yang ada di Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Desa Tertua di Indonesia

Danar menyoroti pentingnya pelestarian tradisi di wilayah Ngupit yang disebut sebagai desa tertua di Indonesia. Sendratari yang digarap dari literasi sejarah Ngupit ini, lanjutnya, perlu mendapatkan dukungan lebih dari dinas terkait agar terus berkembang.

Komisi IV yang bermitra dengan Dinas Pariwisata akan berkoordinasi untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan kesenian serupa. Danar mengungkapkan bahwa Klaten memiliki banyak tarian yang bisa dibanggakan, bukan hanya satu atau dua, melainkan cukup banyak yang layak mendapat perhatian.

“Karena ternyata kita mempunyai beberapa tarian yang cukup bisa dibanggakan, bukan hanya satu ternyata, ada beberapa yang bisa membanggakan di Kabupaten Klaten,” imbuhnya.

Baca juga:

Dukungan Kementerian dan Target Internasional

Tak hanya pemerintah daerah, Kementerian juga memberikan support untuk pengembangan tradisi yang ada. Danar berharap kesenian ini tidak hanya bertahan di tingkat lokal, tetapi bisa dikembangkan hingga dikenal di mancanegara.

“Mungkin dipentaskan, tapi harus secara kontinu diperhatikan di daerah,” pungkasnya.

Kolaborasi Anak Muda

Sendratari Manusuk Sima I Upit sendiri ditampilkan oleh anak-anak muda Desa Kahuman yang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Magada. Karya ini mengangkat kisah asal-usul desa tertua Upit atau Ngupit, yang merupakan wilayah permukiman dari era Mataram Kuno abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.

Cerita tersebut berdasarkan prasasti yang ditemukan di wilayah Desa Kahuman yang berbatasan dengan Desa Ngawen. Disutradarai oleh Rokhani, total 50 pemain terlibat dalam pagelaran yang sukses menyedot perhatian masyarakat ini.

Dengan antusiasme yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, sendratari ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kesenian tradisi Klaten yang mampu bersaing dan dikenal luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *