Sendratari Cakrangga Pentas Perdana di Candi Sojiwan Klaten

Wisata87 Views

KLATEN, infoklaten.com — Sendratari Cakrangga “The Last Swan” dipentaskan untuk pertama kalinya di Lapangan Taman Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Sabtu (7/11/2026) malam. Pertunjukan yang mengangkat kisah dari relief Candi Sojiwan itu berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB dan disaksikan warga serta pecinta seni yang memadati lapangan taman candi.

Sendratari Cakrangga mengangkat fabel dua ekor angsa, Cakrangga dan Cakranggi, yang menerbangkan seekor kura-kura bernama Durbudi. Kisah tersebut terukir pada relief di kaki Candi Sojiwan dan berasal dari cerita Pancatantra atau Jataka, kumpulan dongeng hewan dari ajaran Buddha yang sarat pesan moral. Dalam pementasan ini, kisah klasik itu ditafsir ulang sebagai perjalanan tentang kehidupan dan tanggung jawab terhadap masa depan.

Sebanyak 30 penari dari Sanggar Gita Nerta Sasana (Ganesa) membawakan pertunjukan yang memadukan unsur tari, drama, dan musik dalam satu panggung. Sendratari ini disutradarai Otniel Tasman, seniman asal Banyumas yang tinggal di Kota Solo dan kini menempuh pendidikan doktoral (S3) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Baca juga:

Sendratari Kedua Setelah 2021

Sekretaris Desa Kebondalem Kidul, Daru Purnomo, mengatakan Sendratari Cakrangga menjadi karya sendratari kedua yang diluncurkan desa itu setelah pementasan pertama pada 2021 silam. Karya ini digarap bersama Sanggar Ganesa dengan fasilitasi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan ditargetkan sudah bisa dipentaskan pada awal November. Ke depan, sendratari ini disiapkan menjadi salah satu penampilan pada Festival Candi Sojiwan, agenda tahunan Desa Kebondalem Kidul, serta ditampilkan dalam paket wisata bersama jejaring Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan.

Dari sekitar dua puluh panel relief yang menghiasi kaki Candi Sojiwan, setiap relief menyimpan nilai edukasi dan keteladanan tersendiri. Kisah Garuda dan Kura-kura sudah lebih dulu diangkat dalam sendratari sebelumnya, sedangkan kisah Angsa dan Kura-kura kini menyusul lewat Sendratari Cakrangga. Desa menargetkan relief-relief lain diangkat secara bertahap agar warisan cerita candi tetap dikenal generasi muda.

Candi Buddha Abad ke-9

Candi Sojiwan sendiri merupakan candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada 842–850 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang terletak sekitar dua kilometer di selatan Candi Prambanan itu memiliki sekitar dua puluh panel relief di kaki candinya dan 19 di antaranya masih bertahan hingga kini. Candi ini selesai dipugar pada 2011 dan kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Klaten.

Kehadiran Sendratari Cakrangga menambah daya tarik wisata budaya di kawasan Prambanan–Klaten. Warga yang ingin menyaksikan pementasan berikutnya dapat memantau jadwal melalui pengelola Taman Candi Sojiwan maupun Pemerintah Desa Kebondalem Kidul.

Sumber: Solopos/Espos.id (8 November 2026); kanal YouTube peluncuran Sendratari Cakrangga; Wikipedia — Candi Sojiwan. Peristiwa: Sabtu, 7 November 2026, Lapangan Taman Candi Sojiwan, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *