KLATEN, infoklaten.com — Perahu wisata di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, tetap berlayar meski air waduk surut. Wahana yang dikelola warga setempat itu tetap menjadi pilihan pengunjung, terutama rombongan yang datang dari luar daerah untuk menikmati kuliner dan pemandangan dari tengah waduk.
Kedalaman air waduk saat ini hanya sekitar 75 sentimeter hingga 1 meter. Padahal, saat penuh, kedalaman air Rowo Jombor bisa mencapai 4 meter. Para nakhoda pun harus pintar-pintar mencari celah melintasi area perairan agar perahu tidak tersangkut bambu, batu, jaring, maupun sampah.
Risiko itu nyata di lapangan. Baling-baling perahu bisa kemasukan sampah hingga mesin tidak bisa jalan sebelum dibersihkan terlebih dahulu. Meski begitu, para pemilik perahu memastikan layanan kepada pengunjung tetap berjalan seperti biasa.
Baca juga:
- Air Surut, Perahu Wisata Rawa Jombor di Klaten Beroperasi Penuh Risiko
- Air Rawa Jombor Klaten Menyusut Drastis, Stok Masih Aman untuk Irigasi Pertanian
- 5 Spot Pancingan di Klaten: dari Janti sampai Rowo Jombor
Salah satu pemilik perahu wisata, Nugroho Agung, mengatakan kabar waduk yang surut dan pulau-pulau yang terlihat di kawasan perairan sempat membuat calon pengunjung khawatir. Untuk meyakinkan mereka, pihaknya terus mengabarkan kondisi terkini lewat media sosial.
“Tetapi kami berkabar terus lewat TikTok kalau di Rowo Jombor yang dari Taman Nyi Ageng Rakit ini, kapal masih bisa berjalan dan bisa beroperasi,” kata Agung saat ditemui di dermaga Taman Nyi Ageng Rakit, Jumat (6/11/2026) sore.
Pada hari kerja, Agung melayani satu hingga dua kali perjalanan dari pelanggan yang sudah memesan. Jumlahnya melonjak pada akhir pekan atau hari libur, bisa delapan sampai 20 kali trip. Satu kali perjalanan minimal diisi 15 orang, dengan kapasitas maksimal 35 hingga 60 orang tergantung ukuran perahu.
Selain menikmati pemandangan kawasan waduk, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas karaoke hingga kuliner di atas perahu. Menu yang ditawarkan antara lain nila bakar dan goreng, lele bakar dan goreng, serta ayam. Sekali jalan sambil menikmati makanan memakan waktu sekitar 45 menit, dan bisa sampai satu jam bila ada tambahan acara.
Pemilik perahu wisata lainnya, Amino, mengungkapkan hal serupa. Banyak pengunjung sudah memesan perjalanan jauh-jauh hari. Sekali datang, jumlah rombongan bisa 40 hingga 50 orang dan menumpang satu bus. Pengunjung dari luar daerah di antaranya berasal dari Karanganyar, Sragen, dan Solo.
“Kalau untuk satu perahu sekali perjalanan itu bisa muat 50 sampai 60 orang. Ada yang 40 orang dan ada yang 35 orang. Tergantung pelayanan masing-masing. Nanti bisa menikmati makanan sambil perahu berjalan ke tengah dan bisa sampai karaoke, acara keluarga hingga rapat,” kata Amino.
Tarif Perahu Wisata Rowo Jombor
Soal tarif, Agung menetapkan Rp40.000 hingga Rp50.000 per orang untuk pemesanan perahu sekaligus menikmati kuliner yang disajikan pengelola. Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati perjalanan keliling Rowo Jombor, tarifnya Rp10.000 per orang dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit.
Surutnya air Rowo Jombor terjadi seiring kemarau panjang yang melanda wilayah Klaten. Waduk seluas sekitar 178 hektare itu sebelumnya juga dilaporkan menyusut drastis, meski stok airnya disebut masih mencukupi untuk kebutuhan irigasi pertanian di sejumlah desa.
Bagi warga Klaten maupun wisatawan dari luar daerah yang ingin berkunjung, disarankan memesan perahu terlebih dahulu dan mengikuti arahan nakhoda selama perjalanan, mengingat kondisi air yang dangkal di beberapa titik waduk.
Sumber: Espos/Solopos, Minggu 8 November 2026. Peristiwa/liputan: Jumat 6 November 2026, Dermaga Taman Nyi Ageng Rakit, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






