KLATEN — Kemarau panjang menyusutkan debit air Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, hingga kedalaman tinggal 40 sentimeter sampai 1 meter. Para pengelola perahu wisata tetap beroperasi meski berisiko mesin rusak tersangkut batu dan sampah.
Sutomo, salah satu pengelola perahu wisata tradisional, mengatakan penurunan debit sangat terasa dalam dua pekan terakhir. “Teman-teman sampai saat ini terpaksa beroperasi dengan mengambil risiko mesin rusak terutama bagian baling-baling karena tersangkut batu dan sampah,” kata Sutomo kepada Espos, Minggu (18/10/2026).
Baca juga:
- Air Rawa Jombor Klaten Menyusut Drastis, Stok Masih Aman untuk Irigasi Pertanian
- Rowo Jombor Klaten, Surga Sunset di Tepi Waduk dengan Kuliner Apung dan Perahu Hias
- Umpan Jitu Ikan Nila di Rowo Jombor Klaten, Anti Boncos
Sebagian pengelola bahkan memilih berhenti total. Sutomo menghentikan penerimaan pemesanan kapal di tempat yang dikelolanya. “Di tempat saya, sudah hari apa itu gak menerima bookingan lagi karena dikhawatirkan perahu bisa kandas. Daripada nanti menanggung risiko perahu rusak lebih baik kami libur dulu,” ujarnya, dikutip Detik Travel, Senin (19/10/2026). Padahal kunjungan wisatawan sebenarnya masih ramai.
Speedboat Berhenti Total, Nelayan Justru Panen Ikan
Wahana speedboat yang biasa menjadi favorit pengunjung juga ikut terdampak. Perahu-perahu cepat itu untuk sementara tidak dioperasikan sama sekali dengan mempertimbangkan risiko pada saat ketinggian air waduk menurun.
Di sisi lain, surutnya air justru membawa berkah bagi para nelayan. Nuwardi, salah satu nelayan Rawa Jombor, mengatakan tinggi muka air waduk menurun sekitar 2,5 meter dari kondisi normal setelah berbulan-bulan tanpa hujan. Ikan nila hitam menjadi jauh lebih mudah ditangkap.
“Ya kalau kondisi air lebih dangkal seperti ini, lebih mudah dapat ikannya. Tetapi kalau nanti sudah ketemu musim hujan lagi, ya cari ikan lumayan sulit,” kata Nuwardi. Ia mengaku hasil tangkapannya kini bisa mencapai hampir 15 kilogram per hari — dua kali lipat dibandingkan musim hujan yang rata-rata hanya 7 kilogram per hari. Sayangnya harga ikan nila hitam turun separuh, dari Rp20.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg, karena pasokan melimpah.
Stok Air Masih Aman untuk Irigasi Pertanian
Koordinator Operasional dan Pemeliharaan Bendungan Waduk Rawa Jombor, Nandung Setiawan, menjelaskan luas waduk sekitar 178 hektare dengan daya tampung normal sekitar 3.200 meter kubik, kini tersisa sekitar 750 meter kubik. Meski berkurang jauh, air waduk masih mencukupi untuk irigasi pertanian hingga masa panen MT 3 dan budi daya ikan karamba di sisi tengah waduk yang masih dalam tetap aman.
Bagi warga Klaten yang berencana berlibur ke Rawa Jombor, disarankan menghubungi pengelola setempat terlebih dahulu untuk memastikan perahu beroperasi. Tarif perahu wisata umumnya Rp10.000 per orang dengan kapasitas hingga 10 penumpang; tiket masuk kawasan gratis dan pengunjung hanya membayar parkir. Lokasinya di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, sekitar 20 menit berkendara dari pusat Kota Klaten.
Sumber: Espos/Solopos (laporan 18 Oktober 2026) dan Detik Travel melalui LensaHukum (19 Oktober 2026). Peristiwa: kondisi Rawa Jombor, 17–19 Oktober 2026.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






