Satu-satunya Perempuan di Ajang Pemadam, Perawat Ini Ikuti Lomba Usai Operasi

Event, Kesehatan, Woman273 Views

infoklaten.com – Di tengah puluhan peserta pria yang memadati Alun-alun Klaten untuk mengikuti Klaten Fire Safety Challenge 2026, satu sosok perempuan tampil mencolok. Dialah Siti Nu Rahmah (29), seorang perawat yang juga aktif sebagai relawan kebakaran.

Yang membuatnya semakin istimewa, Siti mengikuti perlombaan tersebut setelah terlebih dahulu menyelesaikan tugas operasi di rumah sakit tempatnya bekerja. Pekerjaan sebagai perawat di ruang bedah RS PKU Muhammadiyah Pedan tidak menyurutkan semangatnya untuk berpartisipasi dalam ajang ketangkasan pemadaman api.

“Jadi ini meluangkan waktu. Sebelum ke sini tadi saya juga operasi dulu, baru ikut pertandingan,” ujarnya kepada awak media.

Operasi yang ia lakukan sebelum bertanding adalah tindakan pengangkatan payudara terhadap salah satu pasien di rumah sakit. Setelah selesai, ia langsung bergabung dengan tim relawan Kecamatan Karangdowo untuk berlaga di Alun-alun Klaten, Selasa (11/8/2026).

Wujud Penyetaraan Gender

Menjadi satu-satunya peserta perempuan di tengah dominasi peserta pria, Siti justru menganggap hal tersebut sebagai langkah nyata dalam menyuarakan kesetaraan gender. Baginya, kemampuan menangani kebakaran tidak hanya dimiliki oleh laki-laki.

Baca juga:

“Alhamdulillah. Sebagai peserta perempuan, jadi untuk penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya. Itu yang pertama,” ungkapnya.

“Yang kedua, saya bisa mewakili Kecamatan Karangdowo untuk mengikuti acara,” tambahnya.

Manfaat Ikut Lomba

Siti mengaku mengikuti lomba ketangkasan pemadaman api ini memberikan manfaat tersendiri, terutama untuk kesiapsiagaan pribadi. Ia berharap ilmu yang didapat selama pelatihan dan kompetisi dapat diterapkan dalam keseharian, seperti menangani kebakaran kecil di rumah akibat kompor.

“Paling enggak, dari pribadi saya bisa untuk menangani kebakaran, paling enggak yang kecil di rumah, seperti kompor. Dan perempuan bisa untuk menangani (kebakaran), tidak hanya laki-laki saja,” pungkasnya.

Keikutsertaan Siti dalam ajang ini menjadi bukti bahwa perempuan pun memiliki kapasitas dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menginspirasi perempuan lain untuk turut serta dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *