KLATEN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 resmi dimulai di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Tembak Desa Trucuk pada Selasa (13/10/2026) pagi, menandai dimulainya program sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Pembukaan TMMD kali ini dihadiri langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Wakil Bupati Klaten, Danrem 074/Warastratama, Kasi Bakti Lanud Adi Sumarmo, Danyon TP 447/Satria Rakai Kanyuwangi, Dandim 0723 Klaten, perwakilan Forkopimda Kabupaten Klaten, jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, serta para tamu undangan. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penanaman pohon dan pelaksanaan simbolis betonisasi jalan sebagai penanda dimulainya program.
Perwira Pelaksana TMMD, Pujiono, dalam laporannya menyampaikan bahwa TMMD Reguler ke-130 di Desa Trucuk mencakup sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik meliputi betonisasi jalan sepanjang 686 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 cm, pembangunan talud jalan sepanjang 900 meter dengan tinggi 80 cm, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit dan pembangunan jamban sebanyak lima unit.
Baca juga:
- Sambung Rasa di Nangsri, Bupati dan Wabup Klaten Serap Aspirasi Warga Manisrenggo
- Petani Klaten Perjuangkan Raperda Sistem Pertanian Organik, Bupati dan Ketua DPRD Kompak Dukung
Sementara itu, sasaran nonfisik dilaksanakan melalui berbagai penyuluhan kepada masyarakat, meliputi wawasan kebangsaan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil), bahaya judi online, pencegahan demam berdarah (DBD), serta pencegahan stunting.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0723 Klaten, yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0723 Klaten, yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kita semua berharap pembangunan di Kabupaten Klaten dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Mas Hamenang — sapaan akrabnya — menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Menurutnya, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong.
“TMMD bukan sekadar membangun jalan atau memperbaiki fasilitas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan TMMD serta menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sumber: prokopim.klaten.go.id






