5 Candi Bersejarah di Klaten, Jejak Kejayaan Mataram Kuno

Wisata93 Views

Klaten selama ini dikenal sebagai kota dengan kuliner khas dan wisata airnya. Namun di balik itu, Klaten menyimpan warisan sejarah yang luar biasa: deretan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 hingga ke-10. Sebagian besar berada di Kecamatan Prambanan, Klaten, tak jauh dari kawasan Candi Prambanan.

Kabar baiknya, candi-candi di wilayah Klaten ini umumnya sepi pengunjung dan tiket masuknya terjangkau.

Kelima candi ini bisa dikunjungi dalam satu hari karena lokasinya berdekatan. Berikut daftarnya.

Baca juga:

1. Candi Plaosan, Kisah Cinta Raja Mataram Kuno

Candi Plaosan di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten, adalah kompleks candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan. Konon candi ini dibangun sebagai persembahan untuk permaisurinya, Pramodhawardhani, seorang putri Buddha dari Dinasti Syailendra. Kisah cinta lintas keyakinan inilah yang membuat arsitektur Plaosan unik: memadukan gaya Buddha dan Hindu.

Kompleksnya terdiri dari dua candi utama, Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, yang dikelilingi lebih dari seratus stupa dan candi kecil. Menjelang sore, siluet candi dengan latar langit jingga menjadi spot foto favorit wisatawan.

2. Candi Sojiwan, Candi Bergambar Fabel Hewan

Tak jauh dari Plaosan, di Dusun Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, berdiri Candi Sojiwan. Candi Buddha abad ke-9 ini selesai dipugar pada 2011. Keunikannya ada pada 20 relief di kaki candi yang menggambarkan fabel hewan dari kisah Pancatantra dan Jataka — cocok untuk wisata edukasi anak.

Menurut Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Sojiwan termasuk lima besar candi Buddha terbesar di Jawa Tengah. Suasananya tenang karena berada di tengah perkampungan warga yang asri.

3. Candi Bubrah, Bangkit Kembali Setelah Dipugar

Candi Bubrah berada di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan sisi Klaten. Candi Buddha abad ke-9 ini sempat tinggal reruntuhan selama puluhan tahun, lalu dipugar total dan kembali berdiri utuh pada 2017.

4. Candi Lumbung, Si Miniatur Candi Sewu

Masih di kawasan Prambanan, Candi Lumbung disebut-sebut sebagai versi mini dari Candi Sewu karena kemiripan arsitekturnya. Kompleks abad ke-9 ini terdiri dari satu candi induk yang dikelilingi 16 candi perwara. Namanya konon berasal dari bentuk bangunannya yang menyerupai lumbung atau tempat menyimpan padi.

5. Candi Merak, Candi Hindu di Lereng Merapi

Berbeda dari empat candi sebelumnya yang bercorak Buddha, Candi Merak di Dukuh Candi, Desa Karangnongko, Klaten, adalah candi Hindu yang didedikasikan untuk Dewa Siwa. Dibangun pada abad ke-10 era Mataram Kuno, candi ini ditemukan pada 1925 setelah pohon joho besar yang menutupinya tumbang. Pohon itu dulunya menjadi sarang burung merak — dari situlah nama candi berasal.

Kompleksnya terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke timur dan tiga candi perwara. Pemugarannya rampung pada 2011.

Tips Berkunjung ke Candi di Klaten

Datanglah pagi atau sore hari agar tidak kepanasan dan bawalah air minum. Yang terpenting, hormati situs cagar budaya: jangan memanjat atau mencorat-coret batu candi, dan buanglah sampah pada tempatnya.

Sumber: Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (visitjawatengah.jatengprov.go.id), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikipedia.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *