Memasuki musim hujan, jas hujan menjadi perlengkapan wajib bagi pengendara motor di Klaten. Sayangnya, banyak jas hujan yang cepat rusak: baru dipakai beberapa bulan sudah rembes, sobek di jahitan, atau bau apek yang tak hilang meski sudah dicuci.
Padahal, jas hujan yang bocor bukan cuma membuat baju basah. Air yang merembes bisa membuat badan kedinginan, mengganggu konsentrasi berkendara, dan meningkatkan risiko masuk angin setelah kehujanan. Karena itu, merawat jas hujan sama pentingnya dengan memilihnya.
Kerusakan jas hujan umumnya bukan karena hujan itu sendiri, melainkan cara pemakaian dan penyimpanan yang keliru. Jas hujan yang dilipat sembarangan, disimpan dalam keadaan basah, atau dijemur di bawah terik matahari akan lebih cepat getas, mengelupas, dan kehilangan daya tahan airnya.
Baca juga:
- Pakaian Tak Kunjung Kering? Cara Menjemur Musim Hujan agar Tidak Apek
- Helm Motor Bau Apek? Ini Cara Membersihkannya agar Nyaman Lagi
- Motor Susah Distarter Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
7 Cara Merawat Jas Hujan agar Awet
1. Keringkan dulu sebelum disimpan. Setelah kehujanan, gantung jas hujan di tempat teduh dan berangin sampai benar-benar kering. Jangan langsung dimasukkan ke jok motor atau tas dalam keadaan basah karena lembap memicu jamur dan bau apek.
2. Jangan dijemur di bawah terik matahari. Panas berlebihan membuat lapisan anti-air cepat mengelupas dan bahan menjadi kaku. Cukup diangin-anginkan di tempat teduh.
3. Cuci dengan sabun lembut, jangan disikat kasar. Bilas dengan air bersih dan sabun cair yang lembut. Hindari deterjen keras, pemutih, dan sikat kawat yang bisa merusak lapisan pelindung air.
4. Lipat longgar, jangan digulung terlalu rapat. Lipatan yang selalu di tempat yang sama akan membuat bahan retak di garis lipatan. Sesekali ubah posisi lipatan agar tekanan tidak menumpuk di satu titik.
5. Periksa jahitan dan karet secara berkala. Jahitan yang mulai longgar dan karet yang melar sebaiknya segera diperbaiki. Kebocoran kecil yang dibiarkan akan melebar saat diterpa hujan deras.
6. Simpan di tempat kering dan tidak lembap. Gunakan kantong kain yang bisa bernapas, bukan plastik tertutup rapat yang memerangkap uap air. Bila perlu, selipkan silica gel di tempat penyimpanan.
7. Pilih jas hujan sesuai kebutuhan. Untuk perjalanan harian di Klaten, jas hujan setelan (atasan dan celana) biasanya lebih melindungi daripada model ponco. Pastikan ukurannya cukup longgar agar tidak mudah sobek saat bergerak.
Dengan perawatan sederhana itu, jas hujan bisa bertahan lebih lama dan tetap melindungi di tengah hujan. Jangan menunggu jas hujan bocor di tengah jalan baru menggantinya — periksa kondisinya sebelum musim hujan mencapai puncaknya.
Ilustrasi: jas hujan dan helm motor. Artikel ini disusun sebagai panduan perawatan umum; untuk jas hujan yang sudah rusak parah, sebaiknya diganti demi keselamatan berkendara.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






