KLATEN, infoklaten.com — Pulang dari pasar, sekolah, atau tempat kerja saat hujan deras sering membuat sandal ikut basah kuyup. Air genangan membasahi sandal hingga ke sela-solnya, dan bila langsung dipakai lagi, sandal terasa lembap, licin, dan berbau.
Kondisi ini wajar di musim hujan, apalagi pada November ketika hujan sore kerap turun tiba-tiba di Klaten. Masalahnya, sandal yang dibiarkan basah terlalu lama lebih cepat rusak: lem sol mengendur, tali melar, dan permukaan yang terus lembap menjadi tempat jamur berkembang.
Kabar baiknya, sandal basah kena hujan masih bisa diselamatkan asal segera ditangani dengan benar. Kuncinya: bersihkan, keringkan bertahap, dan simpan di tempat berangin. Berikut tujuh caranya.
Baca juga:
- Sepatu Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Klaten
- Kaos Kaki Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Klaten
- Jaket Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Klaten
7 Cara Mengeringkan Sandal Basah
1. Kibaskan airnya dan lap dengan kain kering. Begitu sampai di rumah, kibaskan sandal di luar agar airnya terlepas, lalu lap seluruh permukaan, termasuk sela sol dan tali, dengan kain kering. Langkah sederhana ini mencegah air mengendap terlalu lama.
2. Cuci dengan air bersih dan sabun ringan. Air hujan membawa lumpur dari jalan. Bilas sandal dengan air bersih, lalu gosok perlahan memakai sikat halus dan sabun yang dilarutkan. Jangan merendam sandal terlalu lama, karena rendaman membuat lem sol cepat lepas.
3. Tiriskan dalam posisi terbalik. Setelah dicuci, bilas hingga tidak ada sisa sabun, kemudian tiriskan sandal dalam posisi terbalik atau dimiringkan di atas rak. Posisi ini membantu air keluar dari sela sol dan tali.
4. Jemur di tempat berangin, bukan di bawah matahari terik. Angin adalah teman terbaik sandal basah. Jemur di teras yang berangin atau dekat jendela terbuka, tetapi hindari panas matahari langsung yang menyengat, karena bisa membuat karet mengeras, warna memudar, dan sol melengkung.
5. Selipkan kain kering di bagian yang lembap. Untuk sandal bertali, selipkan kain kering di bagian lembap dan ganti setelah beberapa jam. Kain menyerap sisa air dari bagian yang sulit dijangkau udara.
6. Taburkan baking soda untuk menghilangkan bau. Bila sandal mulai berbau apek setelah kehujanan, taburkan sedikit baking soda pada permukaan yang sudah setengah kering, diamkan semalaman, lalu sikat bersih keesokan paginya.
7. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan menyimpan sandal yang masih lembap di lemari tertutup atau kardus. Simpan di rak terbuka yang berangin setelah dipastikan kering seluruhnya, termasuk bagian bawah sol.
Hal yang Perlu Dihindari
Jangan mengeringkan sandal dengan pengering rambut bersuhu tinggi atau dekat kompor, karena panas ekstrem merusak lem dan bentuk sol. Jangan memakai sandal yang masih basah untuk perjalanan jauh, sebab gesekan pada kulit yang lembap mudah menimbulkan lecet. Jangan pula menumpuk sandal basah dengan sandal lain, karena kelembapan akan berpindah.
Kapan Sandal Perlu Diganti
Perawatan yang baik memang memperpanjang umur sandal, tetapi ada tanda sandal sudah waktunya diganti: sol retak, tali putus berulang, permukaan sol menipis hingga licin, atau bau apek tidak hilang meski sudah dicuci. Di jalan yang licin setelah hujan, sol yang sudah aus justru meningkatkan risiko terpeleset.
Merawat sandal basah tidak butuh peralatan mahal, hanya ketelatenan dan waktu beberapa jam. Dengan membersihkan segera dan mengeringkan di tempat berangin, sandal tetap nyaman dipakai sepanjang musim hujan di Klaten.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






