Bersih-bersih Sungai Buntalan Klaten, 2.500 Benih Ikan Ditebar

Ekonomi55 Views

KLATEN — Relawan dari berbagai unsur menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang alur sungai di wilayah Kampung Bendo, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2026) pagi. Aksi itu juga diisi penanaman pohon buah dan penebaran 2.500 benih ikan tawes serta putihan sebagai upaya menjaga kelestarian sungai.

Kegiatan diawali dengan apel Forum Sekolah Sungai Klaten, kemudian dilanjutkan bersih-bersih di sepanjang alur sungai. Alur sungai di kawasan tersebut selama ini diberdayakan komunitas peduli sungai (KPS) Girli Buntalan. Alur sungai yang sebelumnya kumuh dan penuh sampah kini dikelola warga yang kemudian membentuk komunitas.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, turut hadir dan mengapresiasi aksi yang digelar pagi itu serta upaya komunitas setempat dalam mengelola kawasan alur sungai. Dia berharap aksi kepedulian terhadap sungai itu bisa menular ke warga lainnya.

Baca juga:

“Kami sangat terinspirasi karena mereka berkehidupan berdampingan dengan sungai dan bisa menjaga kelestarian sungai. Jadi harapan kami dari Pemkab Klaten untuk masyarakat Kabupaten Klaten yang memang berdampingan dengan sungai, bisa sama-sama menjaga kelestariannya. Karena mau bagaimanapun itu akan berdampak pada lingkungan hidup dan juga kesehatan bersama,” jelas Linda saat ditemui di sela aksi.

Berawal dari Tempat Ngopi

Ketua KPS Girli Buntalan, Joko, mengungkapkan alur sungai yang berdekatan dengan permukiman itu mulai digarap komunitas sejak tiga tahun lalu. Awalnya, kondisi alur sungai kotor dan kumuh, bahkan menjadi lokasi penumpukan aneka sampah yang dibuang ke sungai dari wilayah hulu. “Tepian sungainya itu pernah ambrol,” jelas Joko.

Upaya mengelola alur sungai itu berawal dari keinginan sederhana warga setempat agar memiliki tempat berkumpul dan bercengkerama. Perlahan, warga membersihkan kawasan alur sungai tersebut. “Dulu itu sebenarnya enggak sengaja. Hanya ingin ada tempat ngopi di pinggir sungai. Akhirnya malah keterusan sampai saat ini,” jelas Joko.

Didampingi 10 Pendamping DLH

Joko menjelaskan alur sungai yang dikelola komunitas sepanjang 200 meter. Kini, alur sungai tersebut terus dirawat kebersihannya termasuk dijaga kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya.

Pegiat Forum Sekolah Sungai Klaten, Endah Sulistyowati, mengungkapkan komunitas di wilayah Buntalan sudah ada sejak lama. Aksi pagi itu menjadi bentuk dukungan agar aksi komunitas terus berjalan didukung warga sekitar. “Jadi harapannya tidak hanya komunitas, tetapi semua warga bisa bergerak. Alhamdulillah, semua warga ikut bergerak,” ungkap dia.

Endah berharap di setiap desa atau kelurahan bermunculan komunitas-komunitas peduli sungai. Dengan cara tersebut, dia berharap kelestarian sungai di wilayah Kabupaten Klaten bisa terus terjaga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto, mengatakan penanganan dan menjaga kelestarian sungai membutuhkan peran bersama, terutama dari pemerintah desa serta warga yang tinggal di sekitar alur sungai. Ia menjelaskan DLH terus mendampingi kelompok-kelompok warga yang bergerak dalam kegiatan kepedulian sungai. “Tentu, nanti ada pendampingan. Kami sudah ada 10 pendamping untuk kegiatan seperti ini,” jelas Suryanto.

Sumber: Solopos/Espos.id. Peristiwa: Jumat, 23 Oktober 2026.


Klatenshop Kosmetik — Toko Kosmetik Original di Klaten
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *