KLATEN – Warga Klaten yang mencari tempat menikmati senja tanpa harus jauh-jauh, bisa melirik Bukit Sidoguro di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Dari puncak bukit ini, panorama matahari terbenam berpadu dengan hamparan Rowo Jombor yang berkilau di bawahnya — kombinasi yang membuatnya jadi salah satu spot sunset favorit di Klaten.
Bukit Sidoguro berada tepat di tepi kawasan Rowo Jombor, waduk bersejarah peninggalan kolonial yang kini menjadi ikon wisata Bayat. Dari ketinggian, pengunjung bisa menyaksikan deretan warung apung, keramba ikan, dan perahu nelayan yang mondar-mandir di permukaan air. Saat langit memerah di sore hari, siluet Perbukitan Seribu, Bukit Jabalkat, dan Gunung Pegat melengkapi pemandangan.
Daya tarik Bukit Sidoguro tidak hanya pemandangannya. Pengelola telah melengkapinya dengan taman, gardu pandang, aneka spot swafoto kekinian — termasuk spot berbentuk sepasang sayap merah dan pohon buatan mirip Supertree — serta kafe yang buka hingga malam, seperti Do Gurau Cafe dan Kopi Kiri Klaten. Anak-anak pun bisa berfoto bersama satwa jinak seperti burung hantu dan ular yang disediakan pengelola.
Baca juga:
- Rowo Jombor, Waduk Bersejarah dari Zaman Kolonial yang Kini Jadi Wisata Favorit di Klaten
- Makam Sunan Pandanaran di Bukit Jabalkat Bayat, Wisata Religi Klaten dengan 300 Anak Tangga
- Kali Talang, Gardu Pandang Merapi di Kemalang Klaten yang Memesona
Momen terbaik untuk datang adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, tiket masuk dibedakan berdasarkan waktu kunjungan: siang pukul 08.00–16.00 WIB sebesar Rp7.500 per orang, sedangkan sore mulai pukul 16.00 WIB hingga malam Rp5.000 per orang. Kawasan ini dibuka hingga pukul 22.00 WIB, dan pengelola menyebut situs resminya buka setiap hari.
Semakin malam, Bukit Sidoguro justru makin memesona. Gemerlap lampu perahu wisata yang berwarna-warni di Rowo Jombor, ditambah kelap lampu perkampungan dan perbukitan di sekitar Krakitan hingga Kota Klaten, menghadirkan suasana romantis yang berbeda dari siang hari. Tak heran jika banyak pasangan dan keluarga muda memilih menutup akhir pekan di sini.
Bagi yang ingin mengejar momen matahari terbit, bukit ini juga layak disambangi pagi-pagi buta. Udara sejuk khas pegunungan, sesekali diselingi kicau burung jalak dari penangkaran di bawah bukit, membuat suasana pagi terasa menenangkan. Perjalanan menuju puncak pun sudah dimanjakan taman tanaman bunga di kanan-kiri jalur.
Dari pusat Kota Klaten, Bukit Sidoguro dapat ditempuh sekitar 30–40 menit berkendara ke arah tenggara menuju Bayat. Akses jalan sudah baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengunjung disarankan membawa jaket tipis karena udara di puncak cukup dingin saat malam tiba, serta memastikan daya baterai ponsel penuh — sayang rasanya melewatkan momen senja di sini tanpa berfoto.
Sumber: Espos.id/Solopos, Disway Solo, wisata.klaten.go.id (Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Klaten).






