KLATEN – Penampakan cahaya merah menyerupai bola api di langit perbatasan Klaten dan Sleman pada Selasa (15/9/2026) malam sempat membuat heboh warga dan ramai di media sosial. Astronom amatir Marufin Sudibyo menilai objek itu kemungkinan besar buatan manusia, bukan meteor maupun sampah antariksa.
Terlihat Melayang di Atas Rumah Warga
Kompas.com melaporkan, salah satu unggahan yang viral menyebut benda kemerahan itu terlihat melayang di atas rumah warga di Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, sekitar pukul 21.00 WIB. Hingga Rabu (16/9/2026) malam, unggahan tersebut telah dilihat sekitar 62 ribu kali.
Seorang warga, Sukirno (55), seperti dikutip detikJogja, menyebut cahaya merah itu terlihat beberapa kali, yakni sekitar pukul 18.30, 20.00, dan 22.00 WIB. “Bentuknya seperti bola berwarna merah. Di sini terlihat sekitar empat menit baru hilang,” katanya.
Bukan Meteor, Bukan Sampah Antariksa
Marufin Sudibyo menjelaskan, objek dalam rekaman warga tidak tampak bergerak dan tidak menunjukkan bentuk menyerupai ekor. Menurutnya, hal itu mengindikasikan objek berada relatif jauh dari pengamat dan bergerak lambat sehingga seolah berhenti di udara.
Ia lalu menyingkirkan sejumlah kemungkinan:
- Bukan meteor terang – tidak terlihat kilatan cahaya khas meteor dan langit tidak mendadak terang.
- Bukan sampah antariksa yang jatuh (reentry) – tidak tampak fragmen maupun bentuk mirip ekor.
- Bukan jejak kondensasi (contrail) pesawat – pada malam hari, contrail sudah tidak bisa terlihat.
“Maka tafsiran saya, obyek ini buatan manusia yang terbang di ketinggian rendah. Kemungkinan layang-layang yang diberi lampu. Atau balon gas yang juga diberi lampu,” kata Marufin, seperti dikutip detikEdu.
Baca juga:
- Iklan ChatGPT Mulai Muncul di Indonesia, Hanya untuk Pengguna Gratis dan Paket Go
- Komdigi Bagi Desa ke Zona Hijau, Kuning, Merah untuk Bangun Internet, Ini Standar Kecepatannya
- Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Dua Kamera 200 MP dan Baterai hingga 8.500 mAh
Bagaimana Membedakan Meteor dan Benda Terbang Buatan?
Dari penjelasan Marufin, ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan. Meteor terang biasanya disertai kilatan cahaya yang membuat langit mendadak terang. Sampah antariksa yang masuk kembali ke atmosfer tampak disertai fragmen dan bentuk mirip ekor. Sementara objek yang terlihat diam atau melayang lambat, tanpa ekor, lebih mungkin berupa benda buatan manusia di ketinggian rendah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai asal-usul cahaya merah tersebut.






