infoklaten.com – Pemanfaatan kearifan lokal melalui konsep living culture berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Sejahtera Astra Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Sejak mendapatkan pendampingan dari PT Astra International Tbk pada 2022, pendapatan sektor pariwisata berbasis masyarakat di desa tersebut melonjak 56,3 persen, dari yang semula Rp491 juta kini menembus angka Rp767 juta.
Pertumbuhan signifikan ini ditopang oleh diversifikasi paket wisata pengalaman (experience tourism), perajin lokal, kesenian tradisional, edukasi budaya, serta integrasi sektor ketahanan pangan pedesaan.
Dikunjungi Wamen PPPA Veronica Tan di Paseban Candi Kembar
Keberhasilan Bugisan menarik perhatian Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, yang berkunjung langsung ke desa di sisi selatan Candi Plaosan ini pada Rabu (12/8/2026). Didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti serta Penggerak Desa Sejahtera Astra Bugisan Rudi Riono, Veronica meninjau bagaimana aktivitas harian warga dikemas menjadi atraksi wisata yang berdaya jual.
Penyambutan dipusatkan di kawasan Paseban Candi Kembar dengan iringan kesenian Gejog Lesung. Dalam agenda tersebut, Veronica ikut mempraktikkan sejumlah aktivitas khas warga, seperti membuat emping melinjo, mencicipi racikan jamu tradisional, melukis topeng, hingga memproduksi kain ecoprint.
Selain budaya, peninjauan berlanjut ke area demplot ketahanan pangan yang memadukan lahan persawahan, ternak bebek petelur, budidaya ikan lele, serta pengolahan limbah organik menggunakan larva lalat tentara hitam atau maggot Black Soldier Fly (BSF).
Libatkan Ratusan Perempuan dan Raih Berbagai Prestasi Nasional
Pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) di Bugisan menitikberatkan pada keterlibatan aktif warga. Dari total 3.154 warga yang merasakan dampak positif pendampingan, lebih dari 200 orang di antaranya merupakan kelompok perempuan yang aktif mengelola unit UMKM dan sanggar seni.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Melalui Program Desa Sejahtera Astra, Astra terus berupaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki agar dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian desa serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Astra untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Boy dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026).
Program pendampingan desa ini dijalankan secara menyeluruh, mencakup empat pilar:
-
Baca juga:
- Program RTLH Klaten Digenjot, BAZNAS Salurkan Bantuan 125 Rumah dan 110 Jamban
- Usai Kasus Keracunan MBG di Ceper, Bupati Klaten Libatkan Forkopimcam Awasi Dapur SPPG
- Siswi SMP Asal Cawas Klaten Raih Emas Pencak Silat O2SN 2026 Tingkat Nasional
Kewirausahaan: Pengembangan UMKM perempuan, branding produk lokal, digitalisasi, serta paket wisata tematik.
-
Pendidikan: Peningkatan kapasitas tata kelola pengelola wisata, pengenalan aksara Jawa, dan pelestarian nilai budaya.
-
Kesehatan: Optimalisasi layanan posyandu serta pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak.
-
Lingkungan: Pengelolaan sampah terpadu, budidaya maggot, perikanan, peternakan, hingga penanaman pohon budaya dluwang.
Pencapaian ini melengkapi deretan prestasi yang sebelumnya telah diraih Bugisan, seperti masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Juara II Nasional Kampanye Sadar Wisata Kemenparekraf 2023, serta predikat Desa Wisata dengan Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.






