Masjid Agung Al Aqsha Klaten Jadi Wisata Religi, Ini Strateginya

Wisata74 Views

Pengembangan Wisata Religi di Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Masjid Agung Al Aqsha Klaten, yang baru saja melantik pengurus periode 2025–2030, tengah menyiapkan konsep wisata religi untuk meningkatkan peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus destinasi singgah. Konsep ini disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha, Ardani, setelah dilantik oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung Paripurna DPRD Klaten pada Selasa (5/5/2026).

Pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri ratusan peserta. Acara tersebut ditampilkan melalui dua layar besar yang menampilkan visual acara secara langsung. Sementara itu, jajaran Forkopimda duduk di meja utama sebagai tanda dukungan terhadap inisiatif baru ini.

Ardani menjelaskan bahwa pengurus akan memperkuat fasilitas pendukung di dalam masjid, termasuk mengoptimalkan menara yang ada. Menara ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik perhatian pengunjung jika diperkuat dengan fasilitas penunjang yang lebih baik.

“Kita punya satu menara, menara ini kita upayakan biar menarik. Ini perlu diperkuat dengan adanya fasilitas-fasilitas penunjang,” ujarnya.

Baca juga:

Selain itu, pihak pengurus juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, khususnya dalam hal kebersihan dan parkir. Ardani menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat umum yang menggunakan fasilitas masjid akan ditingkatkan agar lebih baik dari sebelumnya.

“Kemudian pelayanan pada masyarakat umum yang memakai masjid ini akan kita tingkatkan lebih baik,” tambahnya.

Pengurus juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan wisata religi. Dalam hal ini, Masjid Agung Al Aqsha akan menjadi fasilitator utama dalam mengajak pengunjung mengunjungi tempat-tempat penting seperti Ki Ageng Gribig atau Sunan Bayat.

“Ayo nanti akan ada wisata religi yang itu nanti akan difasilitasi dari Masjid Agung Al Aqsha. Mungkin mau ke Ki Ageng Gribig, Sunan Bayat,” jelas Ardani.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik langkah ini dan menilai posisi masjid sangat strategis dalam membangun wajah daerah. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pintu masuk yang harus dipertahankan dan dikelola dengan baik.

“Makanya ini tempat yang sangat strategis menjadi salah satu pintu masuk kita menjadi wajah kita yang kemudian harus bersama-sama selalu kita jaga,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pengurus masjid dan pemerintah daerah, diharapkan Masjid Agung Al Aqsha tidak hanya ramai dengan jamaah, tetapi juga menjadi magnet kunjungan bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya dan sejarah religius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *