Museum Daerah Klaten di Kompleks Monumen Juang 45, Wisata Edukasi Gratis di Jantung Kota

Berita136 Views

Klaten – Bagi warga Klaten yang ingin berlibur sekaligus menambah wawasan sejarah, Museum Daerah Kabupaten Klaten bisa menjadi pilihan yang tepat. Museum yang berada di kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara ini menyimpan ratusan koleksi benda bersejarah, mulai dari artefak zaman Hindu-Buddha hingga warisan budaya tak benda khas Klaten.

Museum yang dikelola Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten ini diresmikan pada 29 Oktober 2024 oleh Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani. Kehadirannya menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya Klaten yang dikenal kaya akan situs sejarah, terutama candi dan peninggalan zaman kuno.

Saat diresmikan, museum ini mengantongi sekitar 90 koleksi. Jumlahnya terus bertambah; data 2025 mencatat 142 koleksi tetap yang terbagi dalam kategori arkeologi, historika, teknologika, keramologika, seni rupa, dan etnografika. Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah tiga replika harta karun emas Wonoboyo, yakni bokor berelief, mangkuk, dan penutup berelief. Replika tersebut merepresentasikan temuan spektakuler benda-benda emas dari zaman Mataram Kuno di Dukuh Plosokuning, Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan pada 17 Oktober 1990, yang kini aslinya tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Baca juga:

Selain replika emas Wonoboyo, museum ini juga memamerkan sejumlah arca logam dari situs Jogonalan, patung dokter gigi Soedomo, fragmen arca Demak Ijo Karangnongko, temuan situs Mranggen Jatinom, mata uang VOC, guci, kendi air atau padasan, serta temuan lepas objek diduga cagar budaya seperti yoni, nandi, kemuncak, dan batu candi yang ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Klaten. Tak hanya benda, museum juga mendokumentasikan warisan budaya tak benda khas Klaten seperti Lurik Klaten, Payung Juwiring, gerabah Melikan, Tradisi Sebar Apem Yaa Qowwiyu, dan Wayang Topeng Dalang Klaten.

Fungsi museum sebagai sarana edukasi semakin terasa. Sepanjang 2025, museum ini mencatat 4.221 kunjungan, dengan mayoritas 2.950 di antaranya berasal dari kalangan pelajar, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA/SMK. Banyak sekolah memilih museum ini untuk kegiatan outing class karena koleksinya langsung terkait dengan sejarah lokal Klaten.

Sekaligus berkunjung ke museum, wisatawan bisa melihat Monumen Juang 45 yang berdiri gagah di kompleks yang sama, tepat di belakang GOR Gelarsena. Pembangunan monumen ini dimulai pada 20 Mei 1974 dan diresmikan pada 20 Mei 1976. Di sana terdapat patung-patung pejuang dengan gestur detail, lengkap dengan prasasti bertuliskan semangat kemerdekaan. Museum Daerah Klaten buka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–15.00 WIB dan bisa dikunjungi tanpa dipungut biaya alias gratis.

Sumber: rinews.id, Wikipedia (Museum Daerah Kabupaten Klaten), klatentv.com, prokopim.klaten.go.id, Solopos/Espos.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *