Jembatan Gantung Girpasang, Uji Nyali di Atas Jurang 150 Meter Lereng Merapi Klaten

Wisata104 Views

KLATEN – Di lereng timur Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, ada sebuah destinasi wisata yang menawarkan sensasi memacu adrenalin: Jembatan Gantung Girpasang. Jembatan sepanjang 120 meter ini melintang di atas jurang sedalam sekitar 150 meter, menghubungkan Dusun Girpasang dengan Dusun Ngringin.

Sebelum jembatan ini ada, Girpasang adalah dusun yang nyaris terisolir. Kampung kecil yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut ini dikelilingi lembah curam. Untuk keluar-masuk dusun, warga harus menuruni dan menaiki 1.001 anak tangga yang curam melintasi jurang sedalam 150 meter. Sepeda motor milik warga pun terpaksa dititipkan di rumah warga kampung seberang.

Kondisi itu berubah pada 2021, ketika pemerintah membangun jembatan gantung selebar 1,8 meter dengan biaya APBN. Jembatan yang terbentang 120 meter dari Ngringin ke Girpasang ini diresmikan pada 20 Januari 2022 dan sejak itu bisa dilintasi. Jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dengan kapasitas hingga 50 orang; lalu lintas sepeda motor di atasnya dikhususkan bagi warga Girpasang.

Baca juga:

Melintasi jembatan ini memberi sensasi tersendiri. Goyangan ringan dan hembusan angin sejuk menyambut setiap langkah, sementara di bawah terbentang lembah hijau dan di kejauhan tampak siluet gagah Gunung Merapi. Tak heran jembatan ini menjadi spot foto favorit wisatawan. Bagi warga, manfaatnya jauh lebih besar: waktu tempuh ke kampung terdekat kini hanya sekitar 15 menit, dan saat kondisi darurat warga tak perlu lagi ditandu melewati ribuan anak tangga. Sejak jembatan ada, tercatat sudah ada warga yang terbantu menuju layanan kesehatan untuk melahirkan.

Selain jembatan gantung, Girpasang juga punya Gondola Girpasang. Kereta gantung yang semula dipakai warga untuk mengangkut barang kebutuhan ini kini dimodifikasi menjadi atraksi wisata. Gondola bergerak di atas tali baja sepanjang sekitar 135–138 meter melintasi jurang sedalam 130 meter, berkapasitas maksimal empat orang dewasa dengan waktu tempuh sekitar 10 menit sekali jalan. Tarifnya mulai dari Rp60.000 untuk setiap empat orang.

Untuk berkunjung, wisatawan cukup membayar tiket masuk mulai dari Rp2.000 per orang. Lokasinya sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Klaten melalui jalur Kemalang. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga sore hari saat cuaca cerah agar panorama Merapi terlihat jelas. Di kawasan ini tersedia area parkir, warung makan, dan toilet. Pengunjung diimbau mengikuti arahan petugas, tidak berdesakan di atas jembatan, dan tetap waspada karena jembatan berada di ketinggian.

Sumber: wisata.klaten.go.id (Disbudporapar Klaten), Solopos/Espos.id, Kompas.com, bangjo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *