Nasi Jagung Tegalmulyo, Kuliner Khas Lereng Merapi Klaten yang Menyabet Juara 1 Festival Desa Wisata

UMKM115 Views

KLATEN – Nasi jagung, makanan sehari-hari warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, kini naik kelas menjadi kuliner kebanggaan. Sajian sederhana berbahan dasar jagung pipil itu menyabet juara 1 pada Festival Desa Wisata Klaten yang digelar di Taman Barepan, Kecamatan Cawas, akhir September 2026, mengalahkan perwakilan desa wisata lain se-Kabupaten Klaten. Kemenangan ini menjadi pengakuan atas kekayaan kuliner desa yang selama ini hanya dikenal warga setempat.

Desa Tegalmulyo merupakan desa wisata kategori berkembang yang berada di lereng barat Gunung Merapi. Selain panorama alam pegunungan yang asri, desa ini mengandalkan dua produk unggulan sebagai daya tarik: kopi arabika Sapuangin dan nasi jagung. Keduanya menjadi bukti bahwa potensi lokal desa bisa diangkat menjadi magnet wisata kuliner yang membanggakan.

Nasi jagung Tegalmulyo disajikan dalam paket lengkap berisi nasi jagung putih yang gurih, ikan asin, botok tempe, godong telo (daun singkong rebus), dan sambel orek. Nasi jagung sendiri diolah dari jagung pipil yang ditumbuk lalu dikukus hingga pulen, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera. Perpaduan rasa gurih, asin, dan pedas dari lauk pendampingnya membuat sajian ini digemari. Bagi warga Tegalmulyo, nasi jagung bukan sekadar kuliner, melainkan bagian dari keseharian yang diwariskan turun-temurun sebagai makanan pokok pendamping beras.

Baca juga:

Direktur BUMDes Mitra Sejahtera Desa Tegalmulyo, Purnama, mengatakan nasi jagung selalu tersedia untuk konsumsi warga desa. “Kalau untuk konsumsi warga, nasi jagung biasanya selalu ada,” ujarnya. Selain dikonsumsi sendiri, ada warga yang melayani pesanan paket nasi jagung bagi para pengunjung yang datang ke desa wisata tersebut. Sistem pemesanan ini membuat wisatawan bisa menikmati hidangan autentik buatan warga, sekaligus memberi tambahan penghasilan bagi keluarga di desa.

Pendamping nasi jagung, kopi Sapuangin, juga tak kalah moncer. Kopi arabika dengan varietas unggulan Yellow Bourbon dan Abyssinia itu ditanam ulang sejak 2017, setelah sempat berhenti lebih dari dua dekade lantaran harga anjlok. Kini permintaannya melampaui produksi hingga pembeli rela inden menunggu panen berikutnya.

Prestasi di Festival Desa Wisata Klaten diharapkan kian mengangkat nama Tegalmulyo sebagai destinasi wisata kuliner lereng Merapi. Kehadiran kuliner khas seperti nasi jagung juga membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari penyedia pesanan hingga pelaku UMKM kuliner desa. Bagi wisatawan yang berkunjung, mencicipi nasi jagung hangat dengan lauk pendampingnya sembari menikmati sejuknya udara pegunungan menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

Sumber: Espos.id – “Kuliner Lereng Merapi, Ada Kopi Sapuangin dan Nasi Jagung di Tegalmulyo Klaten”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *