Kopi Sapuangin Klaten Diburu, Permintaan 10 Ton tapi Produksi Baru 3 Ton

KLATEN – Kopi arabika dari Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, kian diburu pembeli. Permintaan kopi dari lereng Gunung Merapi itu sekitar 10 ton per tahun, sedangkan produksinya pada 2025 baru sekitar 3 ton. Karena itu, petani terpaksa membatasi jumlah pesanan agar stok tidak habis sebelum panen berikutnya.

Kebun kopi Sapuangin berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Menurut laporan Espos.id, Senin (21/9/2026), kopi dari kawasan ini sudah dikirim hingga Jakarta dan Kalimantan. Sebagian pembeli bahkan rela memesan lebih dulu dan menunggu hingga enam bulan.

Green Bean Dibatasi

Juli, pengelola Sapuangin Coffee and Farm yang juga petani kopi, mengatakan stok biji kopi sangrai (roast bean) selalu tersedia. Namun, biji kopi mentah (green bean) tidak selalu ada. “Untuk roast bean kami selalu ready. Kalau green bean, kami enggak selalu ready,” ujarnya kepada Espos. Jika ada yang memesan 5 kilogram green bean, petani hanya melayani sekitar 2 kilogram.

Pegiat kopi Sapuangin, Srijono, menyebut kemampuan petani memenuhi permintaan masih sangat kecil. “Untuk permintaan yang bisa kami penuhi itu 10 persen saja belum mencapai,” katanya, seperti dikutip Harian Jogja. Salah satu varietas yang paling dicari adalah Yellow Bourbon. “Varietas Yellow Bourbon belum banyak,” ujarnya.

Baca juga:

Hidup Lagi Setelah 20 Tahun Hilang

Kopi sebenarnya sudah ditanam di kawasan ini sejak zaman kolonial, tetapi sempat hilang lebih dari 20 tahun sejak 1990-an. Penanaman kembali dimulai sekitar 2017. Kini terdapat sekitar 2.000 tanaman kopi di Tegalmulyo dengan beberapa varietas, antara lain Yellow Bourbon, Abyssinia, Catimor, Lini S, dan Sigararutang.

Perangkat Desa Tegalmulyo, Subur, menyebut perkembangan kopi Sapuangin makin pesat setelah petani menguasai tekniknya. “Sejak petani sudah paham tekniknya, sekarang semakin berkembang. Terutama pada pengolahan pascapanen,” katanya kepada Harian Jogja. Pengembangan kopi di Klaten juga didorong lewat kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang terkenal sebagai daerah penghasil kopi.

Bisa Dinikmati Langsung di Kebun

Selain dijual dalam bentuk biji, kopi Sapuangin bisa dinikmati langsung di kedai Sapuangin Coffee and Farm di Tegalmulyo, yang disebut sebagai kedai kopi tertinggi di Klaten. Berdasarkan laman wisata resmi Pemkab Klaten, kedai buka Senin–Jumat pukul 13.00–20.00 WIB dan Sabtu–Minggu pukul 10.00–20.00 WIB, dengan pemandangan perbukitan lereng Merapi.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *