Memasuki musim hujan, payung menjadi barang yang hampir selalu dibawa warga Klaten saat keluar rumah. Dari berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga belanja ke pasar, payung melindungi dari guyuran hujan yang kini makin sering turun. Namun, banyak payung justru cepat rusak padahal baru beberapa kali dipakai.
Kerusakan yang paling sering ditemui adalah jari-jari payung patah, kain sobek di ujung, gagang longgar, dan payung sulit dibuka atau ditutup. Kerusakan itu biasanya bukan semata karena payungnya murahan, melainkan karena cara memakai dan menyimpannya yang kurang tepat.
Padahal, dengan perawatan sederhana, usia pakai payung bisa jauh lebih panjang. Berikut penyebab payung cepat rusak dan tujuh cara merawatnya agar tetap awet selama musim hujan di Klaten.
Baca juga:
- Jas Hujan Cepat Rusak? Ini Penyebab dan 7 Cara Merawatnya
- Sandal Cepat Rusak? Ini Penyebab dan 7 Cara Merawatnya di Klaten
- Jaket Cepat Bau? Ini Penyebab dan 7 Cara Merawatnya di Klaten
Penyebab Payung Cepat Rusak
Pertama, payung sering dibuka secara paksa saat mekanismenya macet. Jari-jari yang dipaksa membuka bisa bengkok hingga patah. Kedua, payung dipakai menahan angin kencang. Payung lipat yang kecil memang praktis, tetapi rangka tipisnya tidak dirancang untuk melawan terpaan angin dari arah depan.
Ketiga, payung disimpan dalam keadaan basah di dalam tas atau bagasi motor. Kain yang lembap membuat rangka logam berkarat dan kain payung cepat lapuk. Keempat, payung dijemur di bawah terik matahari terlalu lama. Panas berlebih membuat kain payung getas dan warnanya cepat pudar.
7 Cara Merawat Payung agar Awet
- Buka dan tutup dengan lembut. Bila mekanisme terasa seret, periksa apakah ada jari-jari yang tersangkut kain sebelum menariknya lebih keras.
- Jangan melawan angin kencang. Saat angin bertiup kencang, miringkan payung searah angin atau berteduh sejenak. Memaksakan payung melawan angin adalah penyebab utama jari-jari patah.
- Keringkan sebelum disimpan. Setelah kehujanan, buka payung di tempat teduh dan berangin hingga benar-benar kering sebelum dilipat dan dimasukkan ke tas.
- Simpan dalam posisi tegak dan kering. Simpan payung di tempat yang kering, jangan ditindih barang berat agar rangka tidak bengkok.
- Bersihkan kain secara berkala. Lap kain payung dengan kain lembap dan sabun lembut bila terkena lumpur atau air kotor, lalu keringkan sebelum dilipat.
- Olesi sambungan rangka sesekali. Bila engsel terasa seret, beri sedikit pelumas ringan pada sambungan agar gerakan membuka dan menutup tetap lancar.
- Perbaiki kerusakan kecil sejak awal. Jahitan yang lepas atau ujung jari-jari yang longgar sebaiknya segera diperbaiki sebelum kerusakan merembet ke bagian lain.
Dengan perawatan yang tepat, satu payung bisa menemani warga Klaten melewati beberapa musim hujan tanpa perlu sering membeli yang baru. Selain menghemat pengeluaran, payung yang awet juga mengurangi sampah karena tidak cepat berakhir di tempat sampah.
Tips di atas merupakan panduan perawatan umum untuk payung lipat dan payung tongkat yang dipakai sehari-hari.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






