Terkuak penyebab keracunan MBG di Tulung Klaten: makanan positif bakteri Bacillus sp

Berita, Politik105 Views
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Klaten menyebut hasil uji lab makanan MBG di Tulung positif mengandung bakteri Bacillus sp pada tiga sampel: telur puyuh, galantin, dan kuah timlo.
  • Bakteri ini dapat membentuk spora dan tidak mudah mati meski dipanaskan, diduga menjadi penyebab keracunan massal.
  • Total 584 orang terdampak, mayoritas rawat jalan, dan 17 orang harus menjalani perawatan inap.

Laporan Wartawan infoklaten.com, Zharfan Muhana

infoklaten.com, KLATEN –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium makanan program MBG di Tulung yang terindikasi mengandung bakteri Bacillus sp.

Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, saat dikonfirmasi mengatakan hasil ini didapat dari Balai Laboratorium Kesehatan (Balapkes) Yogyakarta.

“Berdasarkan hasil Balapkes Yogyakarta atas tiga sampel yang kita kirim, yaitu telur puyuh, galantin, dan kuah timlo, ketiganya positif mengandung bakteri Bacillus sp,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bacillus sp merupakan bakteri yang tumbuh dalam bahan makanan dan dapat membentuk spora.

“Yang terjadi di Tulung kemarin (dugaan keracunan) disebabkan oleh kadar bakteri tersebut,” jelasnya.

Hasil laboratorium tersebut kemudian dilaporkan kepada puskesmas dan Korwil BGN Klaten.

Tidak Mudah Mati Meski Dipanaskan

Anggit mengatakan, makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut tidak mudah mati meski dipanaskan.

“Sehingga kami berharap dalam proses pemilihan bahan serta penyimpanan harus sesuai dengan standar yang ada,” ucapnya.

Sebelumnya, dugaan keracunan terjadi usai para siswa memakan makanan MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Vera, Desa Sorogaten, pada Selasa (28/4/2026).

Para siswa dan guru yang mengonsumsi makanan tersebut dalam kegiatan sekolah mengalami dugaan keracunan, terutama siswa di SMPN 1 Tulung.

Dinkes mendata, dalam insiden ini terdapat 584 orang terdampak. Sebagian besar menjalani rawat jalan, dan 17 orang menjalani rawat inap. (*)

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *