TPS 3R Kemudo: Pengelolaan Sampah Berbasis Pertanian Menuju Nol Limbah

Berita200 Views
banner 468x60

Ringkasan Berita:TPS 3R Kemudo yang berada di Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, diresmikan oleh Bupati Klaten pada tanggal 4 November 2025. Telah beroperasi selama 3 bulan, melayani 450 pelanggan dari jumlah target sebanyak 1.887 KK dengan biaya iuran sebesar Rp35 ribu per bulan.

 

banner 336x280

infoklaten.com, KLATEN –Pemerintah Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang telah diresmikan oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada Selasa (4/11/2025).

TPS 3R dengan nama Kemudo Resik dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur.

Terletak di tepi Jalan Jogja-Solo, TPS seluas 250 meter persegi menerapkan konsep pertanian terpadu dalam pengelolaan sampah, yaitu sistem pengolahan yang menggabungkan aktivitas pertanian dan peternakan dalam satu area yang terintegrasi.

Konsep ini mendapatkan dukungan dari Bupati Klaten dan diharapkan bisa menjadi contoh yang baik untuk desa-desa lain.

Kepala BUMDes Kemudo Makmur, Isa Ansori, menyampaikan bahwa TPS 3R Kemudo Resik dibangun pada tahun 2025 dan telah berjalan selama tiga bulan terakhir.

“Pada saat ini, kami telah memiliki 450 pelanggan dari total target sebanyak 1.887 kepala keluarga (KK) di Desa Kemudo. Sampah kami kumpulkan dari masyarakat dua kali dalam seminggu dengan biaya iuran sebesar Rp35 ribu per bulan,” kata Isa.

Setelah dikumpulkan dari masyarakat, sampah segera dibawa ke TPS 3R dan dimasukkan ke dalam mesin konveyor. Petugas selanjutnya melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Sampah non-organik diklasifikasikan berdasarkan jenisnya agar dapat dijual kembali atau diproses daur ulang.

Sementara itu, limbah organik dimasukkan ke dalam mesin pemilah untuk memisahkan sisa-sisa yang tersisa.

Kami mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Secara rata-rata, sekitar 50 persen dari seluruh sampah yang kami terima merupakan sampah organik.

Kira-kira 40 persen terdiri dari sampah plastik yang dapat dijual kembali, sedangkan sisanya sebesar 10 persen merupakan sisa yang tidak bisa diproses,” katanya.

Proses Pengolahan:

  • Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik.
  • Bahan organik diubah menjadi pupuk kompos dengan mencampurkan kotoran hewan, kemudian digunakan sebagai pupuk.
  • Bahan anorganik dijual kembali atau diproses ulang.

Hasil & Target:

  • Pupuk digunakan untuk tanaman seperti kentang, alpukat, dan mangga.
  • Karyawan: 7 orang, kapasitas mesin sebesar 2 ton per hari.
  • Tujuan jangka panjang: mencapai sistem tanpa limbah yang tidak terbuang ke TPA Troketon.

Menggunakan konsep pertanian terpadu, kompos yang dihasilkan dicampur dengan kotoran hewan dan diolah menjadi pupuk.

Pupuk tersebut selanjutnya digunakan untuk memberi nutrisi pada tanaman di sekitar TPS 3R, misalnya umbi singkong, pohon alpukat, dan pohon papaya.

Kotoran hewan berasal dari kandang kambing yang merupakan bagian dari program agri mandiri desa.

Saat ini kami memiliki tujuh karyawan yang setiap hari mengelola sekitar 700 kg limbah. Mesin kami mampu menangani hingga 2 ton. Kami terus berupaya agar proses pemilahan limbah di conveyor dapat selesai dalam satu hari. Produk kompos masih dalam tahap pengujian. Jika hasilnya memuaskan, akan kami bagikan kembali kepada masyarakat atau petani,” katanya.

Isa berharap, TPS 3R Kemudo Resik ke depan mampu mewujudkan konsep zero waste tanpa menghasilkan limbah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Troketon. (Tribun Jogja/ Dewi Rukmini)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed