Wader Goreng Klaten, Ikan Sungai Gurih yang Jadi Primadona Warung di Tepi Jalan Klaten–Jatinom

UMKM65 Views

KLATEN – Di antara deretan kuliner legendaris Klaten seperti sate kambing, sop ayam, dan nasi tumpang, ada satu sajian sederhana yang tak kalah diburu pencinta kuliner: wader goreng. Ikan sungai berukuran kecil ini digoreng garing hingga renyah, lalu disantap hangat-hangat bersama nasi putih dan sambal. Gurihnya bikin ketagihan.

Ikan wader yang dipakai umumnya wader kali, alias ikan hasil tangkapan para pencari ikan di sungai-sungai sekitar Klaten. Setiap hari, warung-warung penyaji wader menerima setoran dari para pencari ikan tersebut. Ukuran dan jumlah ikan yang tersedia pun tak menentu, tergantung hasil jaring hari itu.

Salah satu warung yang terkenal adalah Soto dan Pecel Wader Mbah Asmo 2 di tepi Jalan Raya Klaten–Jatinom. Dikutip dari Solopos, pengelola warung, Slamet Rahayu (27) yang akrab disapa Ayu, mengatakan warungnya sudah sejak lama menjadikan wader sebagai ciri khas. Warung itu kerap menjadi jujugan para pengunjung umbul yang mampir seusai berenang menikmati kesegaran air sumber mata air.

Baca juga:

Di warung Mbah Asmo 2, wader digoreng sendiri oleh pengelola, bahkan dalam sehari bisa tiga kali menggoreng. “Tangkapannya dari sungai-sungai di sekitar sini saja,” ujar Ayu. Uniknya, kadang ikut tergoreng juga udang hasil tangkapan yang sama. Kabar baiknya, wader goreng disebut masih layak dikonsumsi hingga sepekan setelah digoreng, sehingga banyak pelanggan yang membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Menu yang ditawarkan beragam. Selain wader goreng, ada pecel wader — nasi pecel yang lauknya bukan gorengan atau telur, melainkan wader goreng yang gurih dan crispy. Menurut seorang penikmat, perpaduan sambal pecel yang kental dengan wader yang renyah menghadirkan cita rasa yang nikmat dan berbeda dari pecel pada umumnya.

Bagi yang ingin mencoba menggoreng sendiri di rumah, ada beberapa tips agar wader crispy sempurna. Gunakan minyak yang cukup banyak supaya ikan tenggelam dan matang merata, jangan terlalu sering membolak-balik ikan, lalu tiriskan di atas kertas minyak atau tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak. Untuk tekstur yang lebih renyah dan tahan lama, ikan bisa dibalur tepung khusus crispy atau campuran tepung beras dan maizena.

Selain di kawasan Jatinom, warung wader juga bisa ditemukan di Wedi, misalnya Iwak Wader Udang Kali di Jalan Raya Wedi Selatan, Gadungan, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Harganya pun bersahabat, umumnya mulai dari belasan ribu rupiah per porsi, sehingga cocok untuk makan siang ramai-ramai.

Jadi, bila sedang melintas atau berwisata di Klaten, jangan lewatkan mencicipi wader goreng — kuliner sederhana dari sungai Klaten yang gurihnya susah dilupakan.

Sumber: Solopos/Espos.id, liburanplus.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *