KLATEN – Suasana Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten terasa istimewa pada Jumat (9/10/2026) malam. Dewan Kesenian Klaten menggelar pementasan wayang kulit dengan lakon *Petruk Dadi Ratu* dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.
Pentas semalam suntuk itu dibawakan oleh dalang muda asal Klaten, Ki Jalu Tomo Pandoyo. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Ketua DPRD Klaten, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Hiburan Sekaligus Tontonan Edukatif
Ketua Umum Dewan Kesenian Klaten, Sunarna, menyampaikan bahwa pergelaran wayang kulit ini merupakan program resmi Dewan Kesenian Klaten dalam menyemarakkan hari jadi kabupaten.
Baca juga:
- Candi Sewu Ternyata di Klaten, Kompleks Candi Buddha Terbesar Kedua di Indonesia yang Jumlahnya Bukan Seribu
- Payung Lukis Juwiring Klaten, dari Perlengkapan Upacara Keraton hingga Desa Wisata yang Berjuang Lestari
- Sunrise Trip di Deles Indah Klaten, Tawarkan Panorama Indah dari Lereng Merapi
Menurut Sunarna, lakon *Petruk Dadi Ratu* yang dibawakan dalang muda Klaten itu digelar selain untuk merayakan Hari Jadi ke-222 Klaten, juga untuk memberikan tontonan sekaligus hiburan kepada masyarakat.
Lakon *Petruk Dadi Ratu* sendiri termasuk salah satu cerita carangan paling populer dalam dunia pewayangan Jawa. Kisah tentang punakawan Petruk yang secara tak terduga menjadi raja itu dikenal kocak menghibur, namun di balik kelucuannya sarat dengan kritik sosial dan falsafah kehidupan — ciri khas yang membuat wayang kulit tetap relevan lintas generasi.
Wayang sebagai Mahakarya Dunia
Bupati Klaten yang dalam kesempatan itu diwakili Staf Ahli Joko Hendrawan menegaskan pentingnya kesenian wayang sebagai warisan budaya. Menurutnya, wayang merupakan mahakarya tradisional yang telah diakui dunia, kaya akan falsafah hidup dan nilai-nilai moral.
Ia juga menekankan agar semangat *Tri Karsa Budaya* senantiasa hadir dalam setiap deru pembangunan di Kabupaten Klaten. Kebudayaan, tegasnya, adalah fondasi utama pembentukan karakter masyarakat yang bersatu, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Regenerasi Dalang Muda
Dipercayakannya pementasan lakon semalam suntuk kepada Ki Jalu Tomo Pandoyo menjadi penanda keseriusan Klaten dalam regenerasi seniman pedalangan. Dalang muda asal Klaten itu dinilai mampu membawakan lakon klasik dengan sentuhan segar tanpa kehilangan pakem.
Taman Budaya Monumen Juang 45 yang menjadi lokasi acara sendiri merupakan salah satu ruang publik kebudayaan di Klaten yang kerap dipakai untuk pertunjukan seni. Pemilihan lokasi terbuka itu memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan menyaksikan pertunjukan secara leluasa.
Bersiap Sambut Hari Wayang Dunia
Tak berhenti di peringatan hari jadi, Dewan Kesenian Klaten juga tengah mempersiapkan pementasan wayang kulit berikutnya. Pementasan yang melibatkan potensi dalang-dalang lokal Klaten itu disiapkan untuk menyambut peringatan Hari Wayang Dunia yang jatuh pada 7 November 2026.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Klaten dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjadikan wayang sebagai wahana edukasi budaya bagi generasi muda.
Sumber: https://zonautara.com/2026/10/10/wayang-kulit-petruk-dadi-ratu-meriahkan-hari-jadi-klaten/






