Yaqowiyu Jatinom, Tradisi Sebaran Apem Warisan Ki Ageng Gribig yang Bertahan 500 Tahun

Wisata176 Views

KLATEN – Setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa, ribuan warga memadati kawasan Masjid Ageng Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Mereka datang bukan untuk salat berjamaah, melainkan untuk berebut kue apem yang disebar dari atas panggung. Inilah tradisi Yaqowiyu, warisan budaya yang telah bertahan lebih dari lima abad dan menjadi salah satu festival unggulan Klaten.

Tradisi Yaqowiyu tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Ageng Gribig, ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Jatinom pada abad ke-16. Dikisahkan, sepulang menunaikan ibadah haji di Mekkah, Ki Ageng Gribig membawa oleh-oleh berupa kue apem untuk dibagikan kepada santri, saudara, dan tetangganya. Namun jumlah apem yang dibawa tidak mencukupi, sehingga beliau meminta istrinya, Nyi Ageng Gribig, untuk membuat lebih banyak kue apem agar semua kebagian.

Nama Yaqowiyu sendiri lahir dari doa yang selalu dilafalkan Ki Ageng Gribig setiap membagikan apem, yakni yaa qowiyyu, yaa aziz, qowwina wal muslimiin, yaa qowiyyu warzuqna wal muslimiin — doa memohon kekuatan dan rezeki bagi kaum muslimin. Apem yang terbuat dari tepung beras itu menjadi simbol sedekah dan berbagi, sekaligus lambang permohonan maaf dan pembersihan diri.

Baca juga:

Bagi masyarakat Jatinom, apem Yaqowiyu bukan sekadar penganan. Banyak yang meyakini apem yang telah didoai itu membawa berkah — dari rezeki yang melimpah, jodoh, hingga hasil panen yang selamat dari hama. Tak heran, setiap tahun ribuan warga saling berebut apem yang dilemparkan dari panggung permanen di selatan masjid, tepat setelah salat Jumat pada hari puncak perayaan.

Antusiasme masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula jumlah apem yang disebar. Pada perayaan 2019, kurang-lebih 7 ton kue apem dibagikan dan acara dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Bupati Klaten. Pada 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto — yang merupakan keturunan Ki Ageng Gribig — hadir bersama keluarga besarnya untuk melestarikan tradisi warisan leluhurnya. Pengunjung pun berdatangan dari Boyolali, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG) terus merawat tradisi ini. Pada 2025, Duta Seni Kabupaten Klaten bahkan mementaskan sendratari “Sebaran Apem Yaqowiyyu” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Yaqowiyu pun menjadi bukti nyata perpaduan harmonis budaya Jawa dan ajaran Islam — warisan yang layak dijaga generasi muda Klaten.

Sumber: JatengKita.id, ArahNews, JatengAja, Pemkab Klaten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *