KLATEN, infoklaten.com — Ratusan jemaah mengikuti Salat Istisqa di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (27/10/2026). Salat sunah untuk memohon hujan itu digelar di tengah krisis air bersih yang masih melanda 19 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Klaten.
Salat Istisqa digelar Pemkab Klaten bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Klaten. Setidaknya 500 jemaah mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Klaten, organisasi kemasyarakatan Islam, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan berbagai organisasi lainnya.
Salat dipimpin Dr. Hakimuddin dari Komisi Fatwa MUI Klaten yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi turut mengikuti salat tersebut, bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baca juga:
- Status Waspada Kekeringan untuk Klaten, Juwiring 157 Hari Tanpa Hujan
- BMKG: Klaten Cerah Berawan Hari Ini, Suhu Maksimal 35 Derajat
- Sat Samapta Polresta Klaten Bersihkan Sungai Glogok Bareng Warga
Doa untuk Warga yang Kekeringan
Usai salat, Mahanni yang akrab disapa Linda menyampaikan harapan agar kegiatan itu menjadi pertobatan sekaligus membawa hujan yang membawa keberkahan. “Semoga harapan kami, yang pertama kita melakukan pertobatan terhadap Allah SWT dan yang kedua nanti bisa dapat mendatangkan hujan untuk keberkahan saudara-saudara kita yang khususnya tertimpa musibah kekeringan dan juga kebakaran,” kata Linda.
Linda mengungkapkan hujan mulai turun di beberapa wilayah Kabupaten Klaten dalam beberapa hari terakhir. Namun, ada wilayah lain yang belum kebagian hujan. “Tapi ada beberapa juga yang masih belum hujan. Harapan kami nanti ke depan bisa turun hujan membawa keberkahan untuk semuanya,” ujarnya.
Terkait dampak kekeringan, Linda menjelaskan Pemkab Klaten hingga kini masih terus menyalurkan air bersih ke daerah yang kekurangan air. Bantuan air bersih juga berdatangan dari luar Pemkab, mulai dari berbagai instansi, individu, hingga perusahaan.
19 Desa di Tujuh Kecamatan Masih Krisis Air
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), krisis air bersih melanda 19 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Total air bersih yang telah didistribusikan sejak 15 Juni 2026 hingga 25 Oktober 2026 mencapai 1.396 tangki atau sekitar 7 juta liter.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Klaten Nurcholis Arif Budiman mengatakan Salat Istisqa digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, kegiatan serupa juga sudah diadakan di sekolah-sekolah Islam yang ada di Klaten.
Tiga Makna Salat Istisqa
Dalam khotbahnya, Dr. Hakimuddin menjelaskan tiga makna Salat Istisqa yang digelar pagi itu. Pertama, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengambil pelajaran dari fenomena alam sekaligus menegaskan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Kedua, salat sunah Istisqa menjadi penegasan bahwa semua manusia membutuhkan Allah SWT. Ketiga, kegiatan itu harus menjadi momentum pertobatan, baik atas dosa pribadi maupun kolektif, yang tersembunyi maupun yang tampak. “Ketiga, apa yang kita lakukan ini harus menjadi momentum pertobatan kita. Pertobatan atas dosa-dosa yang kita lakukan baik secara pribadi ataupun secara kolektif dosa-dosa yang tersembunyi ataupun yang nampak,” kata Hakimuddin.
Bagi warga Klaten, salat ini menjadi pengingat bahwa ikhtiar menghadapi kekeringan berjalan beriringan: doa dipanjatkan, sementara penyaluran air bersih terus dilakukan hingga hujan merata ke seluruh wilayah.
Sumber: Solopos/Espos.id, Selasa 27 Oktober 2026.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












