infoklaten.com – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Meski masih cukup lama, umat Islam Tanah Air mulai mempersiapkan diri untuk berkurban.
Salah satunya terlihat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Situasi Pasar Hewan Prambanan Klaten pun mulai ramai.
Dikutip dari RRI, keramaian antara pembeli dan pedagang itu sudah terjadi dalam empat kali pasaran.
Petugas Pasar Hewan Prambanan Klaten, Margito mengaku pihaknya terus melakukan pengawasan.
Pengawasan tersebut tertuju pada kesehatan hewan kurban.
Baca juga:
- SK Terbit, 28.626 Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Mulai Bertugas 25 September
- PAD Klaten Tembus Rp375,2 Miliar hingga September 2026, Pajak Daerah Jadi Tumpuan
- Subsidi Energi 2027 Dipangkas Rp11,4 Triliun, Kuota LPG 3 Kg dan Solar Menyusut
Ia memastikan sejauh ini tidak ditemukan hewan kurban yang mengidap penyakit.
“Untuk situasi dan kondisi pasar hewan Prambanan empat pasaran ini sudah ada peningkatan keramaian jumlah ternak yang masuk. Ini dipengaruhi adanya mendekati Iduladha. Setiap pon dan legi (pasaran) melakukan pemeriksaan secara klinis. Sampai saat ini belum diketemukan penyakit zoonosis,” beber Margito.
Sejauh ini ternak yang masuk ke pasar hewan Prambanan mencapai tiga ratusan ekor.
Ternak sapi berasal dari sejumlah wilayah. Mulai dari Gunungkidul, Wonosari, Sleman, Kulonprogo, dan Klaten.
Salah seorang pedagang sapi tak menampik terjadi kenaikan harga hewan ternak dibanding tahun sebelumnya.
Saat ini harga hewan ternak berkisar dua puluh jutaan rupiah per ekor.
“Untuk korbanan sekarang yang ramai dibawah 25 dan diatas 22 juta perekor. Ada kenaikan dua juta perekor kenaikannya. Karena pakan juga naik,” katanya.






