KLATEN – Cipratan malam (lilin batik) di atas kain putih menjadi sumber penghasilan bagi warga penyandang disabilitas di Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kain batik ciprat buatan mereka dijual sekitar Rp120.000 hingga Rp200.000 per helai.
Kegiatan ini dijalankan warga penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati Kemudo dari Kementerian Sosial. Menurut laporan ANTARA Foto yang dimuat detikFinance, Selasa (29/9/2026), program pemberdayaan ini sudah berjalan lima tahun.
Dikerjakan Bersama, dari Motif hingga Kain Jadi
Batik ciprat dibuat dengan cara memercikkan malam ke kain, sehingga motifnya berupa titik dan cipratan yang tidak beraturan. Teknik ini relatif sederhana dan tidak memerlukan alat yang rumit.
Produksi di Kemudo dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pembuatan motif hingga tahap penyelesaian kain. Hasilnya beragam kreasi motif yang kemudian dipasarkan.
Selain bernilai ekonomi, kegiatan ini disebut membantu meningkatkan kemandirian warga penyandang disabilitas dan menopang ekonomi keluarga mereka.
Baca juga:
- Jelang Hari Batik Nasional, Menengok Desa Jarum Bayat: Sentra Batik Tulis Pewarna Alami
- 120 Peserta Ikuti Pelatihan Penggerak Olahraga Disabilitas di Klaten
- Punya Usaha Makanan Rumahan? Ini Cara Urus Izin P-IRT lewat OSS
Bagian dari Desa Wisata Kemudo
Batik ciprat juga dikenal sebagai salah satu daya tarik Desa Wisata Kemudo. Laman resmi pariwisata Indonesia, indonesia.travel, menyebut pembuatan motif batik ini terasa istimewa karena pembatiknya adalah komunitas penyandang disabilitas di Desa Wisata Kemudo.
Kemudo berada di kawasan Prambanan, tidak jauh dari kompleks candi. Bagi wisatawan, membeli batik ciprat bisa menjadi cara mendukung usaha warga sekaligus membawa pulang oleh-oleh khas.
Peluang bagi Usaha Inklusif
Cerita dari Kemudo menunjukkan bahwa usaha kecil bisa dibangun secara inklusif. Bagi pelaku UMKM di Klaten yang ingin melibatkan tenaga kerja penyandang disabilitas, teknik sederhana seperti batik ciprat bisa menjadi titik awal, dengan pendampingan dan akses pasar yang memadai.
Sumber: ANTARA Foto via detikFinance; indonesia.travel. Gambar: ilustrasi AI.






