30 Ribu Bibit Kopi Gayo Lues Diserahkan ke Petani Lereng Merapi Klaten

Ekonomi95 Views

KLATEN — Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Pemkab Gayo Lues, Aceh, memasuki babak baru. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerahkan 30 ribu bibit kopi asal Gayo Lues kepada kelompok tani kopi di wilayah lereng Gunung Merapi, Kamis (8/10/2026).

Penyerahan bibit kopi tersebut merupakan bagian dari kerja sama antardaerah untuk mengembangkan komoditas kopi di Klaten. Pemkab Klaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bibit kopi unggulan dari Tanah Rencong kepada para petani kopi di lereng Merapi.

Bibit yang dibagikan adalah kopi arabika varietas Gayo 3. Kehadiran varietas unggul ini menambah keragaman jenis kopi yang dikembangkan di Kabupaten Klaten, yang selama ini dikenal lewat kopi Sapuangin dan kopi Deles dari kawasan Kemalang.

Baca juga:

Pengembangan kopi di Klaten memang tengah naik daun. Kopi Sapuangin asal Tegalmulyo, Kemalang, misalnya, kini banyak diburu pasar dengan permintaan mencapai 10 ton sementara produksi baru sekitar 3 ton. Petani setempat bahkan sudah menguasai teknik pengolahan pascapanen setelah kopi sempat hilang lebih dari 20 tahun sejak era 1990-an dan ditanam kembali mulai sekitar 2017.

Pilihan jatuh pada kopi Gayo bukan tanpa alasan. Kopi arabika Gayo asal dataran tinggi Aceh — meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues — dikenal memiliki rasa bersih dengan tingkat keasaman rendah dan aroma khas. Kopi ini bahkan menempati posisi kelima dalam daftar biji kopi terbaik di dunia versi TasteAtlas yang dirilis 16 September 2026, serta telah mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis dari pemerintah Indonesia.

Geliat kopi di lereng Merapi Klaten memang terus tumbuh. Di Desa Sidorejo, Kemalang, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Deles Indah Sukiman menyebut warga menanam sekitar 5.000 tanaman kopi arabika berbagai varietas dengan sistem tumpangsari bersama tanaman lain, didorong tingginya harga komoditas kopi. Kopi ditanam di kebun-kebun warga dan permintaannya dari kedai-kedai kopi terus meningkat.

Dengan tambahan 30 ribu bibit varietas Gayo 3, keragaman kopi Klaten kian kaya — dari Sapuangin, Deles, hingga Gayo — membuka peluang Klaten menjadi sentra kopi arabika unggulan di lereng Merapi yang tidak hanya mengangkat ekonomi petani, tetapi juga memperkuat daya tarik agrowisata daerah.

Sumber: prokopim.klaten.go.id (8/10/2026), CNN Indonesia (9/10/2026), Solopos/Espos.id, ChatNews.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *