Tiba di Gedung KPK Pagi Ini, Hamenang Jalani Pemeriksaan; Tong Biru Diduga Penampung Uang Ikut Disita

Kriminal154 Views

JAKARTA – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi. Ia termasuk sembilan orang yang dibawa penyidik KPK dari Klaten setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, sehari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan awak media, rombongan tiba di Gedung KPK sekitar pukul 06.58 WIB. Hamenang terlihat mengenakan jaket hitam, topi hitam, kacamata, dan masker putih. Ia tidak merespons pertanyaan wartawan dan langsung menuju ruang pemeriksaan bersama delapan orang lainnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bupati Klaten termasuk di antara pihak yang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini dilakukan setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan maraton selama 14 jam terhadap Hamenang di Mapolresta Klaten, yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB pada Kamis (15/10/2026).

Baca juga:

Selain Hamenang, salah satu pihak yang turut dibawa ke Jakarta adalah Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. “Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut di antaranya adalah bupati Klaten dan kepala perwakilan BPK Jateng,” ujar Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jumat pagi.

Budi menjelaskan, dalam OTT tersebut KPK mengamankan total 20 orang. Sebanyak 19 orang diamankan di wilayah Klaten, sedangkan satu orang lainnya diamankan di wilayah Jakarta. Dengan demikian, total ada 10 orang yang saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Tak hanya manusia, KPK juga mengamankan sebuah tong berwarna biru yang diduga digunakan untuk menyimpan uang. Petugas terlihat membawa tong tersebut turun dari mobil rombongan saat tiba di Gedung KPK. “Bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” kata Budi.

Selain tong biru, penyidik turut menyita uang tunai sekitar Rp1 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan penyelenggara negara berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD. Ada pula dugaan pemberian uang oleh bupati kepada oknum BPK terkait pengondisian hasil audit laporan keuangan pemerintah kabupaten.

Sementara itu, KPK telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan ekspose perkara pada Kamis (15/10/2026) malam. Identitas para tersangka akan diumumkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Jumat sore. “Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini,” tutur Budi.

OTT di Klaten merupakan operasi senyap KPK ke-23 sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Kamis malam seusai pemeriksaan di Mapolresta Klaten, Hamenang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Klaten. “Mohon saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku. Mohon maaf telah mengecewakan,” ucapnya.

Sumber: koranbogor.com, holopis.com, gosumatera.com, ntvnews.id, mercuswara.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *