Cara Menanam Cabai Rawit di Pekarangan, Panen Sendiri di Klaten

Ekonomi70 Views

Harga sayuran di Klaten belakangan naik, salah satunya dipicu kemarau panjang. Bagi warga yang ingin menghemat belanja dapur, menanam cabai rawit sendiri di pekarangan bisa menjadi solusi sederhana. Tanaman ini tidak butuh lahan luas, perawatannya relatif mudah, dan hasilnya bisa dipetik berkali-kali.

Cabai rawit cocok ditanam di pekarangan sempit, bahkan di pot atau polybag di teras rumah. Asalkan mendapat sinar matahari cukup dan disiram teratur, tanaman ini bisa tumbuh subur di dataran rendah seperti Klaten. Satu atau dua tanaman yang terawat saja sudah cukup untuk kebutuhan sambal keluarga sehari-hari.

Langkah pertama adalah menyiapkan benih. Warga bisa memakai biji dari cabai rawit merah yang sudah tua dan sehat, atau membeli benih kemasan di toko pertanian. Biji disemai dulu di tempat lembap, misalnya di tray semai atau gelas plastik berisi campuran tanah dan pupuk kandang, sampai tumbuh menjadi bibit setinggi sekitar sepuluh sentimeter.

Baca juga:

Pindah tanam dan media tanam

Setelah bibit cukup kuat, pindahkan ke pot, polybag, atau bedengan pekarangan. Media tanam yang baik adalah campuran tanah gembur, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan seimbang, supaya air tidak menggenang di akar. Buat lubang tanam, letakkan bibit dengan hati-hati, lalu padatkan tanah di sekelilingnya dan siram sampai lembap.

Perawatan harian

Siram tanaman pagi dan sore hari, terutama saat musim kemarau, tetapi jangan sampai becek karena akar bisa busuk. Letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari langsung minimal enam jam sehari. Beri pupuk kandang atau pupuk organik cair setiap satu hingga dua minggu sekali, dan pangkas daun yang menguning supaya tanaman fokus berbuah.

Waspadai hama seperti kutu daun dan ulat. Daun yang terserang sebaiknya segera dipetik dan dibuang, serta jaga kebersihan sekitar tanaman dari gulma. Cara manual ini lebih aman untuk tanaman yang buahnya akan dikonsumsi keluarga.

Waktu panen

Cabai rawit umumnya mulai bisa dipanen sekitar dua hingga tiga bulan setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan. Petik buah yang sudah merah atau sesuai selera, dengan cara memetik beserta tangkainya agar tanaman tidak rusak. Semakin sering dipetik, tanaman biasanya semakin rajin berbuah.

Dengan pekarangan yang dirawat, warga Klaten tidak hanya menghemat pengeluaran dapur, tetapi juga selalu punya cabai segar tanpa harus pergi ke pasar setiap hari.

Sumber: Panduan praktis berkebun pekarangan.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *