Karhutla Klaten Hanguskan 7,7 Hektare Lahan di Empat Desa, Tak Ada Korban Jiwa

Berita, Peristiwa149 Views

KLATEN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Klaten. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat api menghanguskan sekitar 7,7 hektare lahan di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan pada Selasa (22/9/2026).

Keempat desa tersebut adalah Desa Drono di Kecamatan Ngawen, Desa Krakitan di Kecamatan Bayat, serta Desa Jambu Kulon dan Desa Dimas di Kecamatan Ceper. Dalam laporan BNPB, kejadian tercatat sekitar pukul 12.40 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Api Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut api sudah berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Pemadaman dilakukan tim gabungan BPBD Kabupaten Klaten bersama TNI dan Polri.

Setelah api padam, kondisi di lokasi dilaporkan sudah kondusif. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Pada hari yang sama, karhutla juga terjadi di Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, sekitar pukul 15.00 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare. Dengan demikian, total lahan yang terbakar di dua kabupaten di Jawa Tengah itu mencapai 8,7 hektare.

Karhutla Klaten Bukan yang Pertama Bulan Ini

Kebakaran lahan di Klaten sudah beberapa kali terjadi sepanjang September. Sepekan sebelumnya, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, api melalap kawasan hutan milik Perhutani Petak 93 di Bukit Brumbung, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Menurut catatan BPBD Klaten, luas area yang terbakar saat itu diperkirakan sekitar 4 hektare. Material yang terbakar berupa serasah atau daun kering. Kebakaran diduga berawal dari pembakaran serasah yang ditinggal tanpa diawasi, sehingga api merambat dan tidak terkendali.

Api di Bukit Brumbung baru bisa dipadamkan sekitar pukul 13.15 WIB oleh gabungan TRC-PB BPBD, MPA, Tagana, pemerintah desa, Perhutani, relawan, dan warga. Asap sempat mengganggu permukiman warga di sekitar lokasi.

Musim kemarau juga memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Pada Jumat (18/9/2026), BPBD Klaten menyalurkan 12 tangki atau 60.000 liter air bersih ke Desa Sidorejo, Kendalsari, dan Tlogowatu di Kecamatan Kemalang, serta Desa Wiro di Kecamatan Bayat.

Baca juga:

Imbauan BNPB dan BPBD Klaten

BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus meningkatkan pemantauan serta kewaspadaan untuk mengantisipasi karhutla susulan. Warga di wilayah yang kering diminta tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu api, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.

BPBD Klaten menyampaikan imbauan serupa. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan warga:

  • Hindari membakar sampah sembarangan.
  • Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala.
  • Jika terpaksa membakar sampah, jauhkan api dari daun kering, kayu, dan bahan mudah terbakar lainnya.
  • Selalu awasi api sampai benar-benar padam.

Warga yang melihat kebakaran atau situasi darurat lain bisa menghubungi BPBD Kabupaten Klaten melalui WhatsApp di nomor 0813-3001-2117, atau datang langsung ke Posko BPBD di Jalan Andalas No. 3, Semangkak, Klaten Tengah. BPBD Klaten menyatakan siaga 24 jam dan layanan ini tidak dipungut biaya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *