KLATEN — Dispenser air hampir selalu menyala sepanjang hari di rumah warga Klaten. Karena dipakai terus-menerus, alat ini sering dianggap tidak perlu dirawat khusus. Padahal, sejumlah kebiasaan sepele justru membuat dispenser cepat rusak, mulai dari air yang menetes terus hingga kompresor yang mati total.
Kerusakan dispenser umumnya tidak terjadi mendadak. Pemanas dan pendingin bekerja ekstra setiap kali ada kebiasaan yang salah, sehingga komponen di dalamnya aus lebih cepat. Biaya servisnya pun tidak murah, apalagi bila harus mengganti tabung pemanas atau kompresor.
Kabar baiknya, sebagian besar kerusakan tersebut bisa dicegah. Cukup dengan mengubah tujuh kebiasaan berikut, dispenser di rumah bisa awet bertahun-tahun.
Baca juga:
- 7 Kebiasaan yang Bikin TV LED Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
- 7 Kebiasaan yang Bikin Microwave Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
- 7 Kebiasaan yang Bikin Kulkas Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
1. Membiarkan keran menetes terus
Keran yang menetes menandakan karet seal sudah aus atau ada kotoran yang mengganjal. Bila dibiarkan, air menggenang di nampan penampung, memicu lumut, dan bisa merembes ke komponen listrik di bawahnya. Segera ganti seal atau bersihkan keran begitu tetesan pertama muncul.
2. Menyalakan pemanas saat galon kosong
Ini kesalahan paling fatal. Elemen pemanas yang menyala tanpa air akan cepat putus karena panasnya tidak tersalurkan. Selalu pastikan galon terisi sebelum menekan sakelar panas, dan matikan sakelar pemanas saat galon dilepas atau hendak diganti.
3. Jarang membersihkan tabung dan selang dalam
Air yang mengendap meninggalkan lendir dan kerak di tabung penampung serta selang. Selain membuat air berbau, endapan ini menyumbat aliran dan memaksa pompa bekerja lebih keras. Bersihkan bagian dalam dispenser minimal sebulan sekali dengan air bersih.
4. Meletakkan dispenser menempel dinding
Dispenser dengan fitur dingin memakai kompresor yang membuang panas lewat kisi belakang. Bila ditempel rapat ke dinding, panas tidak terbuang, kompresor overheat, dan pendinginan melemah. Beri jarak minimal 15 sentimeter dari dinding agar sirkulasi udara lancar.
5. Memakai galon yang penyok atau kotor
Leher galon yang penyok membuat segel tidak rapat sehingga udara dan debu masuk ke tabung. Galon yang bagian luarnya kotor juga memindahkan kotoran ke dalam saat dipasang. Lap leher galon sebelum dipasang dan tolak galon yang kondisinya sudah rusak.
6. Menekan keran terlalu kasar
Menekan atau memutar keran dengan keras dan terburu-buru mempercepat ausnya tuas dan pegas di dalam keran. Akibatnya keran macet atau tidak bisa menutup rapat. Tekan keran dengan lembut dan jangan menggantungkan gelas berat pada tuas keran.
7. Tidak pernah mematikan dispenser saat ditinggal lama
Saat rumah ditinggal mudik atau bepergian berhari-hari, dispenser tetap memanaskan dan mendinginkan air tanpa henti. Selain boros listrik, komponennya bekerja tanpa jeda. Cabut kabel dan kosongkan tabung bila dispenser tidak dipakai lebih dari dua hari.
Dengan perawatan sederhana ini, dispenser tidak hanya lebih awet, tetapi air yang diminum keluarga juga tetap bersih. Bila dispenser sudah menunjukkan gejala seperti air berbau, keran macet, atau suhu tidak stabil, segera periksakan ke tukang servis sebelum kerusakannya merembet.
Sumber: panduan perawatan peralatan elektronik rumah tangga.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






